Berita Banjar

Tebing Longsor 15 Meter Timpa Rumah di Dusun Sinargalih Banjar

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Hujan yang mengguyur Kota Banjar sepanjang malam, Minggu (25/5/2025), membawa dampak bencana bagi warga Dusun Sinargalih, RT 035/RW 008, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman. Sebuah tebing setinggi 15 meter longsor dan menimpa satu rumah warga, menyebabkan kerusakan parah di bagian kamar dan dapur.

Longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Suasana yang masih gelap dan hujan yang terus mengguyur membuat situasi semakin mencekam. Kejadian ini juga mengancam sedikitnya empat rumah lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Tanpa tahu apa-apa, saya tiba-tiba terbangun karena suara keras yang menghantam kamar,” kata Jumadi, pemilik rumah yang tertimpa longsor.

Jumadi mengaku saat kejadian sedang tertidur bersama istrinya yang sedang mengandung sembilan bulan.

“Tanah masuk dan mendorong tempat tidur kami. Posisi saya dan istri sudah berada di batas tumpukan tanah,” ujarnya.

Jumadi menuturkan bahwa pintu kamar tidak bisa dibuka karena tertutup lemari yang ikut terdorong tanah. Dalam kondisi gelap, ia berusaha menyelamatkan diri dengan keluar melalui reruntuhan. Setelah berhasil keluar, ia meminta pertolongan tetangga dan segera melaporkan kejadian ke Pusdalops BPBD Kota Banjar.

Agus Munawar, staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.

“Saya kebetulan masih di kantor ketika laporan masuk, jadi saya langsung menuju lokasi bersama tim piket,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Tim BPBD memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerusakan rumah cukup parah dan membutuhkan penanganan segera. Pemerintah Kota Banjar, melalui BPBD, langsung mengoordinasikan evakuasi serta langkah-langkah darurat untuk mencegah bencana susulan.

Plt Kalak BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, mengungkapkan bahwa hasil mitigasi awal menunjukkan adanya potensi longsor susulan di beberapa titik.

“Kami mendeteksi potensi bahaya lanjutan. Setidaknya ada empat rumah yang berada dalam ancaman. Ini harus ditangani serius,” ujarnya.

Asep menegaskan bahwa BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah kota dan dinas terkait untuk segera melakukan penguatan tebing dan relokasi sementara warga yang terancam.

Sementara itu, proses pembersihan material longsoran dilakukan secara gotong royong melibatkan BPBD, TNI-Polri, pemerintah desa, dan warga sekitar. Jumadi dan keluarganya sementara waktu dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Lantik 134 PPPK dan 230 CPNS Baru

Warga sekitar berharap pemerintah bertindak cepat dan tidak hanya datang saat kejadian.

“Kami minta jangan hanya datang lihat-lihat, tapi segera buat langkah nyata. Tebing ini sudah lama rawan,” ujar salah satu warga setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan dan perbaikan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak boleh diabaikan. Penanganan cepat memang penting, tapi langkah pencegahan jauh lebih utama untuk melindungi nyawa dan harta warga. (Johan/ infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *