Berita Ciamis

Ade Sambas: Warga Diminta Waspada Potensi Susulan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama unsur Muspika Kecamatan Panawangan bergerak cepat menyikapi bencana longsor yang melanda wilayah Desa Mekarbuana.Kepala Desa Mekarbuana, Ade Sambas, turun langsung ke lokasi terdampak bersama tim dari BPBD Ciamis untuk memastikan evakuasi dan penanganan darurat berjalan dengan baik.

Bencana longsor terjadi di Dusun Cimanem 2, tepatnya di RT 004 RW 005 dan RT 003 RW 005. Data sementara menyebutkan bahwa wilayah ini dihuni oleh 43 kepala keluarga atau sebanyak 139 jiwa. Material longsor menutup akses jalan dan mengancam permukiman warga yang berada di bawah tebing.Kondisi geografis Desa Mekarbuana yang berbukit menjadi faktor utama kerawanan bencana tanah longsor. Menurut Ade Sambas, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memperburuk kestabilan tanah di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau warga untuk tetap siaga dan tidak lengah. Potensi longsor susulan masih ada, karena tanah masih labil dan intensitas hujan masih tinggi,” ujar Ade saat ditemui di lokasi. Senin, (07/04/2025).

Ade menekankan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama pemerintah. Ade juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan atau suara gemuruh dari lereng.

“Jika ada gejala-gejala bencana, segera laporkan ke pihak desa atau petugas. Jangan tunggu situasi menjadi lebih buruk,” tegasnya.

Untuk sementara, warga terdampak longsor ditampung di kantor Desa Mekarbuana. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasi sementara sambil menunggu kondisi dinyatakan aman. Bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan obat-obatan juga sudah mulai disalurkan.

Pemerintah desa, kata Ade, berkomitmen untuk merespons cepat setiap kejadian bencana dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan, TNI, Polri, dan masyarakat yang telah bahu membahu membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor.

“Saya mengapresiasi solidaritas semua pihak. Ini adalah bukti nyata kekuatan gotong royong dalam menghadapi bencana,” katanya.

Sementara itu, BPBD Ciamis terus melakukan pemantauan dan pemetaan titik-titik rawan longsor di wilayah Panawangan. Kepala Pelaksana BPBD Ciamis mengingatkan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat bencana terjadi.

“Kami mendorong adanya rambu peringatan dini dan pelatihan kebencanaan di desa-desa rawan. Edukasi kepada warga penting agar mereka paham bagaimana merespons situasi darurat,” ujarnya.

BACA JUGA: Ciamis Gerak Cepat Tangani Longsor Panawangan

Kondisi ini menjadi peringatan bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, bahwa kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Musim hujan masih akan berlangsung dan risiko bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan angin kencang tetap mengintai wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Ciamis.

Bagi masyarakat di wilayah rawan, penting untuk memahami bahwa keselamatan adalah prioritas. Tidak perlu menunggu instruksi untuk menyelamatkan diri jika tanda-tanda bencana mulai terlihat. (Ipan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *