Arus Mudik di Ciamis Meningkat, 86 Ribu Kendaraan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Arus mudik Lebaran 1446 H di wilayah Kabupaten Ciamis terus meningkat. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis, pada 27 Maret 2025 tercatat sebanyak 86.460 kendaraan melintas dari dua arah, yakni Jawa Tengah dan Jabodetabek.
Kepala Dishub Ciamis, Dadang Mulyatna, menjelaskan bahwa dari total volume kendaraan, sebanyak 38.823 unit datang dari arah Jawa Tengah (Timur), sementara 47.637 unit berasal dari Jabodetabek (Barat). Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari biasa, seiring dengan semakin dekatnya perayaan Idulfitri.
“Jumlah kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan pribadi, yaitu sepeda motor dan mobil pribadi,” ujar Dadang, Kamis (27/3).
Berdasarkan data yang dihimpun, sepeda motor menjadi moda transportasi utama pemudik dengan persentase mencapai 50,4%, diikuti mobil pribadi sebesar 39,0%. Secara keseluruhan, kendaraan roda dua yang melintas di Ciamis dalam 24 jam terakhir mencapai 45.586 unit, sedangkan kendaraan roda empat sebanyak 42.873 unit.
Dominasi kendaraan roda dua dalam arus mudik bukanlah fenomena baru. Setiap tahun, pemudik dengan sepeda motor terus mendominasi jalur mudik, khususnya di daerah-daerah yang menjadi perlintasan utama seperti Ciamis.
Meskipun menjadi pilihan favorit karena lebih hemat biaya dan fleksibel dalam perjalanan, penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh tetap memiliki risiko tinggi. Faktor kelelahan, kondisi jalan, serta cuaca menjadi tantangan utama bagi pemudik roda dua.
Pihak Dishub bersama kepolisian terus mengingatkan para pemudik untuk memprioritaskan keselamatan selama perjalanan. Penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, jaket, serta menjaga kondisi fisik sebelum berkendara menjadi hal yang wajib diperhatikan.
Selain itu, pemerintah telah menyediakan posko-posko mudik di berbagai titik strategis untuk membantu para pemudik beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Dadang mengimbau para pemudik, terutama pengguna sepeda motor, agar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menghindari kelelahan yang dapat berujung pada kecelakaan lalu lintas.
Alun-Alun Ciamis, jalur menuju Kawali, serta ruas jalan nasional yang menghubungkan Tasikmalaya dan Banjar, terus dipantau oleh petugas lalu lintas.
Untuk mengurangi kepadatan, Dishub Ciamis bekerja sama dengan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan. Penerapan sistem buka-tutup serta pengalihan arus ke jalur alternatif diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memperlancar perjalanan pemudik.
Tidak hanya itu, kondisi jalan yang belum sepenuhnya optimal di beberapa titik juga menjadi perhatian. Dishub telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan perbaikan dan pemeliharaan jalan dilakukan sebelum puncak arus mudik terjadi.
Dengan semakin mendekati Hari Raya Idulfitri, Dishub Ciamis memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus mudik diprediksi terjadi dua hingga tiga hari sebelum Lebaran, di mana volume kendaraan diperkirakan melonjak drastis.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, petugas gabungan dari Dishub, kepolisian, dan instansi terkait lainnya telah disiagakan di berbagai titik rawan kepadatan. Penambahan rambu-rambu lalu lintas, pembukaan jalur alternatif, serta peningkatan pengawasan di posko-posko mudik menjadi langkah yang diambil untuk memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan lancar.
BACA JUGA: KPM Brigez Banjar Santuni 180 Jompo dan Anak Yatim
Dadang menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Kami akan terus memantau kondisi lalu lintas dan melakukan langkah-langkah strategis agar arus mudik berjalan dengan lancar,” katanya.
Dengan persiapan yang dilakukan oleh berbagai pihak, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih baik dan minim kendala. Pemudik pun diingatkan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta beristirahat yang cukup agar perjalanan menuju kampung halaman berjalan dengan selamat. (Eddy/infopriangan com)
