Berita Ciamis

Bakti Sosial Lapas Ciamis Implementasi Nyata Program IMIPAS

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIB Ciamis, James menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial yang digelar menjelang Ramadan bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari pelaksanaan 15 Aksi Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS).

James juga, menjelaskan bahwa bakti sosial dirangkaikan dengan Munggahan dan Tabligh Ramadan sebagai bentuk persiapan spiritual sekaligus sosial. Ia menekankan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan pusat yang wajib dijalankan seluruh jajaran.

“Ini bagian dari pelaksanaan 15 Aksi Program Pak Menteri IMIPAS, bukan kegiatan seremonial semata,” ujarnya.

James menyampaikan bahwa salah satu poin program yang diimplementasikan adalah pemberian layanan kesehatan gratis dan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar UPT. Menurutnya, langkah tersebut menjadi wujud kepedulian institusi terhadap lingkungan sekitar.

“Salah satu poinnya adalah bakti sosial, penyerahan sembako dan bagi masyarakat di sekitar Lapas,” katanya. Kamis, (12/02/2026).

James juga menerangkan bahwa kegiatan sosial tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan sasaran yang bergantian. Pola ini dilakukan agar manfaat bantuan tidak hanya terpusat pada satu kelompok, melainkan merata kepada keluarga warga binaan dan masyarakat sekitar.

“Beberapa bulan lalu kami menyasar keluarga warga binaan, sekarang giliran masyarakat sekitar. Kegiatannya rutin dan bergantian,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan kali ini, pihak lapas membagikan puluhan bingkisan kepada warga yang dinilai membutuhkan. Ia menegaskan bahwa penentuan penerima dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus RT dan RW agar bantuan tepat sasaran serta menghindari potensi kecemburuan sosial.

“Kami berkoordinasi dengan RT dan RW untuk memastikan penerima benar-benar yang membutuhkan. Hari ini ada puluhan bingkisan yang dibagikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, James memaparkan bahwa 15 Aksi Program Menteri IMIPAS mencakup berbagai sektor strategis. Di bidang keimigrasian, program tersebut meliputi penguatan layanan digital, peningkatan pemeriksaan di tempat pemeriksaan keimigrasian, serta penyederhanaan regulasi visa bisnis guna mendukung investasi.

“Programnya tidak hanya soal pemasyarakatan, tetapi juga penguatan layanan imigrasi berbasis digital,” terangnya.

Sementara di sektor pemasyarakatan, James menekankan adanya komitmen pemberantasan peredaran narkoba dan praktik penipuan di dalam lapas dan rutan. Selain itu, penanganan overkapasitas menjadi perhatian serius yang harus diselesaikan secara komprehensif.

“Overkapasitas dan peredaran narkoba menjadi fokus yang harus ditangani serius,” tegasnya.

James juga menjelaskan adanya program kemandirian pangan melalui pertanian, perikanan, dan peternakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar lapas. Program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan produktif bagi warga binaan.

“Kami dorong pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari kemandirian pangan,” katanya.

Selain itu, pemberdayaan warga binaan melalui pengembangan UMKM terus diperkuat agar mereka memiliki keterampilan dan nilai ekonomi saat kembali ke masyarakat. Program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C juga tetap berjalan untuk menjamin hak pendidikan narapidana dan anak binaan.

BACA JUGA: Munggahan Lapas Ciamis Jadi Ruang Pembinaan

“Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan dan pendidikan saat bebas nanti,” ujarnya.

James menegaskan bahwa bakti sosial dan layanan kesehatan gratis yang dilaksanakan saat ini merupakan implementasi poin ke-13 dari keseluruhan program kementerian. Ia memastikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab sosial institusi kepada masyarakat sekitar.

“Yang kami laksanakan hari ini adalah poin ke-13, yaitu layanan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan yang konsisten dan terukur, UPT Pemasyarakatan berupaya menunjukkan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya berorientasi ke dalam, tetapi juga menghadirkan dampak sosial nyata secara berkelanjutan. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *