Berita Ciamis

Bangunharja Dorong Budidaya Bioflok untuk Perkuat Ekonomi Desa

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, mulai memaksimalkan potensi sektor perikanan melalui program budidaya ikan nila berbasis teknologi bioflok.

Pemerintah desa menilai langkah ini sebagai strategi penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kapasitas BUMDes.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menegaskan bahwa perikanan merupakan potensi unggulan yang harus dikembangkan secara serius. “Ini potensi desa, dan perikanan adalah sektor yang wajib kami dorong,” ujarnya. Kamis, (04/12/2025).

Carikin menjelaskan bahwa pengembangan bioflok menggunakan Alokasi anggaran kata Carikin berasal dari Dana Desa th 2025 melalui penyertaan modal Bumdes program Ketahanan Pangan 20% atau sekitar Rp170 juta dari. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan sepuluh kolam bioflok, pembelian bibit, pakan, peralatan, serta sistem monitoring.

Carikin juga memastikan bahwa penggunaan anggaran sudah sesuai regulasi dan diarahkan untuk menghasilkan manfaat langsung bagi warga. Menurutnya, sektor perikanan tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga salah satu penggerak ekonomi desa.

Teknologi bioflok yang digunakan telah dilengkapi kamera CCTV untuk memudahkan pengawasan kondisi air dan aktivitas pemeliharaan. Carikin menyatakan bahwa teknologi tersebut meningkatkan efisiensi kerja dan meminimalkan risiko gagal panen.

“Bioflok ini sudah memakai teknologi canggih. Dengan CCTV, proses pengelolaan bisa dipantau dengan baik,” ucapnya.

Hasil budidaya nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi warga, tetapi juga menjadi pasokan utama bagi UMKM pengolahan ikan di Desa Bangunharja. Sebelum memiliki budidaya sendiri, desa sering kesulitan mendapatkan pasokan ikan nila dari wilayah terdekat.

“Sebelum ada bioflok, kami kadang mencari ikan hingga ke desa tetangga. Yang penting tetap dari Ciamis,” kata Carikin. Dengan adanya produksi lokal, ia menyebut pasokan kini lebih stabil dan kualitas ikan lebih terjamin.

UMKM pengolahan ikan, seperti produk abon nila dan keripik, memproduksi barang berdasarkan pesanan. Seluruh peralatan produksi yang mereka gunakan merupakan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Ciamis. Produk abon nila saat ini dipasarkan terutama melalui penjualan online dan sudah dikirim ke berbagai daerah.

“Alhamdulillah, sudah sampai ke banyak pelosok tanah air,” ungkap Carikin. Omzet UMKM tersebut mencapai sekitar Rp5 juta per bulan.

Ketua BUMDes Raharja Makmur, Dadang, menekankan bahwa pengembangan bioflok tidak boleh berhenti sebagai program sesaat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan hanya akan tercapai jika konsistensi dan perawatan dilakukan secara disiplin.

“Jangan sampai bioflok hanya ramai di awal lalu dibiarkan. Kita harus disiplin,” ujarnya.

Dadang menjelaskan bahwa setiap kolam berdiameter empat meter mampu menampung sekitar 1.200 ekor ikan. Dengan sepuluh kolam, target produksi mencapai 2,8 ton, atau bahkan bisa menyentuh tiga ton jika penyusutan rendah.

Menurutnya, penerapan teknologi bioflok tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Ia menegaskan bahwa seluruh SOP harus dijalankan secara penuh agar hasilnya optimal.

“Kalau mau bicara bioflok, jangan setengah-setengah. Harus full teknologi,” tegasnya.

BUMDes bekerja sama dengan mitra pemasaran di Jabodetabek dan Pangandaran, sekaligus menyediakan kuota 20 persen bagi pembudidaya lokal agar ikut menikmati manfaat ekonomi.

BACA JUGA: IJTI Ciamis Dorong Kolaborasi Sehat Jurnalis dan Pemda

Dadang juga menyebut bahwa jenis ikan yang dibudidayakan meliputi nila merah dan nila Nirwana 4 dengan total sekitar 12.000 ekor. Panen diperkirakan bisa dilakukan setelah 120 hari, atau sekitar awal Ramadan mendatang. Ia berharap keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi warga lain untuk mengembangkan bioflok secara mandiri.

“Setelah ini berhasil, SOP akan kita turunkan ke masyarakat. Jangan sampai ada yang coba-coba lagi,” katanya menutup pembicaraan. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *