Budi Waluya Pamit Usai Tiga Bulan 20 Hari Menjabat
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Penjabat (PJ) Bupati Ciamis, Budi Waluya, berpamitan dalam apel pagi di Pendopo Kabupaten Ciamis, Kamis (20/2/2025). Apel ini menjadi momen perpisahan setelah ia menjabat selama 3 bulan 20 hari sejak dilantik pada 1 November 2024.
Dalam sambutannya, Budi Waluya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintahan, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang telah mendukungnya selama bertugas. Ia menilai kerja sama yang baik antara semua pihak telah membantu menjaga stabilitas dan ketertiban di Ciamis.
“Alhamdulillah, saya merasa dimudahkan dalam menjalankan tugas di sini. Semua pihak berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan keamanan di Ciamis,” ujarnya. Ia juga berharap kepemimpinan Bupati definitif, Dr. H. Herdiat Sunarya, dapat membawa Ciamis semakin maju dan sejahtera.
Selain membahas masa kepemimpinannya, Budi Waluya juga mengenang pengalaman menarik selama bertugas di Ciamis. Salah satu yang berkesan baginya adalah kesempatan menyalurkan hobi bermusik. Ia menyebut acara musik bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan media di Doi Café sebagai salah satu momen yang tidak akan ia lupakan.
Menurutnya, kebersamaan seperti itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih akrab antara pemerintah dan masyarakat.
“Saya senang bisa berbagi momen santai dengan teman-teman di sini. Musik bukan hanya hiburan, tapi juga cara kita mempererat silaturahmi,” katanya.
Dalam refleksinya, Budi Waluya menyoroti beberapa capaian selama menjabat. Salah satunya adalah peningkatan kebersihan dan pengelolaan sampah di Ciamis yang menurutnya sudah menunjukkan kemajuan. Ia berharap program ini terus berlanjut dan menarik lebih banyak investasi yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) yang diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 2023, MCP Ciamis berada di angka 78, dan selama kepemimpinannya, angka itu naik menjadi 91 pada 2024.
Menurutnya, capaian ini bukan hanya soal angka, tetapi juga cerminan dari kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan KPK dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Saya ingin Ciamis terus bergerak ke arah yang lebih baik, terutama dalam membangun pemerintahan yang transparan dan bebas korupsi,” tegasnya.
Budi juga menyinggung program Desa Antikorupsi yang diinisiasi oleh KPK. Ia menyebut bahwa pada 2025, sekitar enam hingga delapan desa di Ciamis diusulkan masuk ke dalam program tersebut, salah satunya Desa Jagabaya.
“Semoga ke depan semakin banyak desa yang berkomitmen menjadi desa antikorupsi. Ini langkah penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dari level paling bawah,” katanya.
BACA JUGA: Persekapas Siap Hadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh
Di akhir pidatonya, Budi Waluya meminta doa dan dukungan untuk perjalanan kariernya selanjutnya setelah kembali ke instansi asalnya. Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga.
“Saya mohon maaf jika selama bertugas ada hal yang kurang berkenan. Terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari semuanya,” ucapnya.
Dengan berakhirnya masa tugas Budi Waluya, tongkat kepemimpinan Kabupaten Ciamis kini kembali ke Bupati definitif, Dr. H. Herdiat Sunarya. Warga Ciamis pun menantikan arah kebijakan baru yang akan dibawa oleh kepemimpinan berikutnya. (Rini/infopriangan.com)
