BUMDes Bojong Gedang Bangun Ketahanan Pangan Lewat Hortikultura
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. BUMDes Bojong Gedang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, mulai memaksimalkan potensi pertanian hortikultura sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Mereka kini tengah mempersiapkan lahan seluas satu hektare untuk budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai, dengan dukungan Dana Desa tahun 2025.
Kepala Desa Bojong Gedang, Engkan Sugiri, menjelaskan bahwa program ini sudah lama dirancang dan merupakan bagian dari upaya menggerakkan kembali sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa sebagian warga desanya memang sudah terbiasa bertani hortikultura sejak lama.
“Sebelum ada program ketahanan pangan dari pemerintah, masyarakat kami sudah terbiasa menanam berbagai jenis sayuran seperti cabai, terong ungu, terong lalap, pare, dan mentimun,” ungkapnya saat ditemui di lokasi lahan yang akan dikembangkan.
Engkan mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu pencairan Dana Desa tahap kedua. Dana tersebut, sebesar 20 persen dari total anggaran, akan digunakan untuk membuka dan mengolah lahan khusus budidaya cabai. Menurutnya, cabai dipilih karena mudah ditanam dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Di sela-sela kegiatan, Engkan juga menyebut bahwa saat ini warga tengah menanam pare, dan sudah menunjukkan hasil menggembirakan. “Tanaman pare yang kami tanam sudah memasuki hari ke-39. Tumbuhannya sehat dan mulai berbuah. InsyaAllah sekitar dua minggu lagi kita bisa panen,” ujarnya penuh rasa syukur.
Engkan juga menekankan bahwa program ini tidak hanya soal hasil panen, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi warga, terutama generasi muda dan ibu rumah tangga. Engkan mengajak masyarakat untuk ikut belajar bersama dalam proses budidaya, mulai dari tahap penanaman, perawatan, panen, hingga pemasaran sederhana.
“Banyak warga yang awalnya bingung harus mulai dari mana. Lewat program ini, kita ingin memberi contoh dan membuka jalan,” kata Engkan. Ia pun turut terlibat langsung di lapangan, menunjukkan bahwa pemimpin juga harus siap bekerja bersama masyarakat, bukan sekadar memberi perintah.
Menurut Engkan, semangat gotong royong menjadi kunci dari keberhasilan program ini. Ia menyadari tantangan seperti cuaca yang tidak menentu, hama tanaman, dan keterbatasan alat, namun semua itu bisa diatasi dengan kerja bersama.
Engkan juga menambahkan bahwa antusiasme warga mulai terlihat. Beberapa warga rutin datang ke lokasi untuk belajar menanam dan mulai menanam pare di pekarangan rumah mereka.
BACA JUGA: Satgas Banjarsari Giat Patroli Cegah Pelajar Keluyuran
“Ini belum menjadi solusi dari semua persoalan desa, tapi ini langkah awal yang menjanjikan. Kalau kita bisa menghasilkan pangan sendiri dan menjual kelebihannya, maka ketergantungan pada bantuan bisa dikurangi,” tegasnya. Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan pertanian sebagai kebanggaan bersama. ujarnya.
Engkan berharap langkah ini dapat ditiru oleh desa-desa lain. Selasa, (22/07/2025).
“Dari tanah yang kita pijak hari ini, masa depan bisa kita petik bersama,” pungkas Engkan. (Agus/infopriangan.com)
