Dana Desa 2025 Difokuskan untuk Infrastruktur
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai merealisasikan Dana Desa tahap satu tahun anggaran 2025. Fokus utama penggunaan dana tersebut diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Banjaranyar menggandeng Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk menuntaskan sejumlah proyek infrastruktur yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat di berbagai dusun.
Beberapa pembangunan yang telah direalisasikan di antaranya instalasi air bersih di Dusun Banjaranyar, rabat beton di Dusun Sukanagara, Dusun Bulak Situ, dan Dusun Sindangasih. Selain itu, pembangunan bronjong di tebing Dusun Sindangasih juga telah dilakukan guna mencegah longsor, serta rehabilitasi rumah adat Pangrumasan sebagai bentuk pelestarian budaya. Sementara di Dusun Karanglegok, pemerintah desa membangun rabat beton dan saluran irigasi.
Kepala Desa Banjaranyar, Trisno, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan hasil dari perencanaan matang yang melibatkan partisipasi warga sejak awal.
“Setiap pembangunan yang kami laksanakan sudah melalui proses musyawarah, mulai dari tingkat dusun hingga desa. Ini penting agar apa yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Trisno. Senin, (07/07/2025).
Trisno juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada peningkatan fasilitas fisik desa, tetapi juga sebagai langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membentuk karakter masyarakat yang mandiri.
“Kami ingin pembangunan ini menjadi jembatan perubahan pola pikir warga, dari yang sebelumnya pasif menjadi aktif, dari yang sebelumnya hanya menunggu menjadi turut berperan,” tambahnya.
Menurut Trisno, salah satu aspek penting dalam pengelolaan Dana Desa adalah transparansi. Ia menyatakan bahwa dana yang digunakan benar-benar berasal dari rakyat dan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata.
“Dana Desa sejatinya dari masyarakat dan untuk masyarakat. Maka kami wajib memastikan penggunaannya tepat sasaran, terbuka, dan diawasi bersama-sama,” jelasnya.
Selain itu, Trisno juga menyampaikan bahwa seluruh pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Prinsip inklusivitas menjadi landasan utama agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banjaranyar, Asep, mengaku pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan bersama warga. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme warga terhadap pembangunan desa tergolong tinggi.
“Setiap kami turun ke lapangan, warga selalu menyambut baik. Tidak pernah ada komplain, justru mereka ikut serta membantu dan menjaga hasil pembangunan,” kata Asep.
Asep menambahkan, setelah pembangunan selesai, banyak warga yang spontan mengadakan syukuran sebagai bentuk rasa terima kasih kepada pemerintah desa. Kegiatan seperti makan bersama dan doa bersama menjadi ekspresi kebersamaan dan apresiasi warga terhadap pembangunan yang dijalankan dengan baik.
Pemerintah Desa Banjaranyar berharap pembangunan infrastruktur ini bisa menjadi pondasi kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses jalan yang lebih baik, air bersih yang tersedia, serta irigasi yang lancar, produktivitas masyarakat desa diperkirakan akan meningkat.
Selain itu, pelestarian rumah adat juga menjadi bagian dari upaya menjaga jati diri budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Rehabilitasi rumah adat Pangrumasan diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda tentang nilai-nilai kearifan lokal.
BACA JUGA: FKDT Ciamis Tagih Janji Politik Bupati Soal Diniyah
“Kami tidak hanya membangun fisik desa, tapi juga membangun nilai dan identitas desa,” tutup Trisno.
Langkah Desa Banjaranyar ini bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa secara partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kemanfaatan jangka panjang. Pembangunan yang baik bukan hanya dilihat dari wujud fisiknya, tetapi juga dari seberapa besar ia mampu mengubah kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. (Rizky, Revan/infopriangan.com)
