Berita Ciamis

Darul Athfal Runner-Up di Turnamen Bola Api Danrem

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pesantren Darul Athfal meraih gelar runner-up dalam turnamen sepak bola api Piala Danrem 062/Tarumanagara. Turnamen ini digelar di Lapangan Makorem, Jalan Baratayuda, Kabupaten Garut, pada Selasa (25/3/2025), sebagai bagian dari rangkaian Pekan Ramadan Berkah yang diselenggarakan Korem 062/Tarumanagara.

Darul Athfal, yang merupakan pesantren binaan Kodim 0613/Ciamis asal Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, tampil impresif sepanjang turnamen. Namun, mereka harus mengakui keunggulan Pondok Pesantren Al-Fauzan, binaan Kodim 0611/Garut, di laga final. Pertandingan berlangsung sengit, tetapi Darul Athfal akhirnya kalah dengan skor tipis 1-2.

Kepala Desa Karangampel, Yudi, mengaku bangga dengan capaian tim santri dari desanya. Ia menilai bahwa perjuangan mereka telah membuktikan semangat juang yang luar biasa, meskipun belum berhasil meraih juara pertama.

“Kami sangat bersyukur. Bermodalkan tekad dan kerja sama tim, akhirnya bisa pulang membawa gelar runner-up. Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi kami,” ujarnya.

Yudi menambahkan bahwa tradisi sepak bola api perlu terus dilestarikan. Menurutnya, permainan ini bukan hanya sekadar olahraga atau hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai keberanian dan ketahanan mental. Ia pun menyampaikan rencana untuk mengadakan turnamen serupa di masa mendatang, dengan harapan bisa menjadi tuan rumah atas petunjuk Kodim 0613/Ciamis.

Turnamen sepak bola api bukanlah pertandingan biasa. Berbeda dengan sepak bola konvensional, permainan ini menggunakan bola yang telah direndam dalam minyak tanah dan dibakar sebelum ditendang oleh para pemain. Meski terlihat berbahaya, para peserta sudah dibekali dengan teknik khusus untuk menghindari cedera.

Dandim 0613/Ciamis, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menunjukkan semangat juang di lapangan. Ia menegaskan bahwa sepak bola api bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembelajaran bagi para santri untuk mengembangkan ketangguhan, kedisiplinan, dan kebersamaan.

“Bola api berasal dari pesantren. Di pesantren, kita diajarkan kedisiplinan, kesederhanaan, dan ketangguhan. Nilai-nilai itu juga yang ditanamkan pada setiap prajurit,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun mental yang kuat di kalangan santri, karena hal itu akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan mereka di masa depan. Menurutnya, permainan ini tidak hanya menguji keterampilan fisik, tetapi juga mengajarkan keberanian dalam menghadapi tantangan.

Selain pertandingan final, turnamen ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti kajian Ramadan dan bazar makanan khas daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarpondok pesantren serta memperkenalkan tradisi sepak bola api kepada masyarakat luas.Salah satu pemain Darul Athfal, Rahmat, mengungkapkan rasa bangganya bisa berpartisipasi dalam turnamen ini. Meskipun gagal membawa pulang trofi juara, ia tetap merasa puas dengan perjuangan timnya.

BACA JUGA: PDAM Banjar Tanggapi Keluhan Warga Soal Pipa Bocor

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kekalahan ini justru menjadi motivasi bagi kami untuk berlatih lebih keras agar bisa tampil lebih baik di turnamen berikutnya,” katanya.

Antusiasme penonton juga menjadi salah satu faktor yang membuat turnamen ini semakin meriah. Banyak masyarakat yang datang untuk menyaksikan langsung pertandingan, meskipun digelar di malam hari.

Dengan berakhirnya turnamen sepak bola api Piala Danrem 062/Tarumanagara ini, diharapkan tradisi olahraga unik ini tetap terjaga dan terus berkembang. Selain sebagai hiburan, sepak bola api juga menjadi simbol keberanian dan kekompakan, khususnya bagi para santri yang mengikutinya. (Eddy/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *