Desa Sirnabaya Wujudkan Lingkungan Inklusif
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa. Kabupaten Ciamis terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif melalui program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Program ini menjadi prioritas pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak melalui berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan hukum, serta partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.
Kepala Desa Sirnabaya, Tasum, menjelaskan bahwa program ini melibatkan banyak pihak, termasuk perangkat desa dan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD). Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama semua elemen masyarakat.
“Kami ingin memastikan perempuan dan anak-anak di Desa Sirnabaya mendapatkan hak serta perlindungan yang layak. Untuk itu, pemerintah desa berkomitmen penuh dalam mendukung dan mengawal jalannya program ini,” ujar Tasum, Rabu (29/1/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar akan dijalankan dengan serius dan terukur. Desa Sirnabaya telah menetapkan sepuluh indikator utama yang menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak-anak.
Sepuluh Indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak
- Kesehatan Ibu dan Anak
Menjamin layanan kesehatan yang berkualitas bagi ibu hamil, menyusui, serta anak-anak. - Pendidikan yang Inklusif
Mendorong akses pendidikan bagi semua anak, termasuk anak perempuan dan anak berkebutuhan khusus. - Perlindungan Hukum
Memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. - Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Desa
Memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di desa. - Pemenuhan Hak Anak
Menyediakan fasilitas ramah anak, seperti taman bermain dan perpustakaan desa. - Ekonomi Berbasis Gender
Meningkatkan peran perempuan dalam sektor ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro dan koperasi. - Data dan Informasi Gender
Membangun sistem data yang mencatat kondisi perempuan dan anak untuk perencanaan kebijakan yang lebih tepat. - Pencegahan Pernikahan Dini
Mengedukasi masyarakat mengenai risiko dan dampak negatif pernikahan usia dini. - Akses terhadap Layanan Sosial
Memastikan perempuan dan anak mendapatkan akses yang mudah terhadap bantuan sosial dan layanan psikologis. - Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat mengenai hak-hak perempuan dan anak.
Pendanaan dari Dana Desa dan Kemitraan dengan Berbagai Pihak
Untuk merealisasikan program ini, pemerintah desa telah mengalokasikan Dana Desa tahap 1 tahun 2025. Anggaran ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, pembangunan sarana pendidikan, hingga penyediaan fasilitas yang mendukung perlindungan perempuan dan anak.
Tasum memastikan bahwa perencanaan anggaran telah dilakukan dengan matang. Ia menegaskan bahwa program ini harus berjalan sesuai dengan rencana agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami sudah merancang anggaran dengan sebaik-baiknya. Program ini bukan hanya wacana, tetapi benar-benar akan direalisasikan,” tegasnya.
Selain mengandalkan Dana Desa, pemerintah desa juga berencana bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah dan instansi terkait. Menurut Tasum, kemitraan ini penting untuk memperkuat implementasi program agar hasilnya lebih maksimal.
Sosialisasi dan Pelatihan bagi Masyarakat
Sebagai langkah awal, pemerintah desa akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami tujuan dan manfaat program ini. Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai cara, seperti pertemuan warga, pemasangan spanduk informasi, serta penyebaran materi edukasi melalui media sosial desa.
Selain itu, para kader PPKBD juga akan diberikan pelatihan khusus. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan mereka memiliki pemahaman yang cukup dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam mendampingi perempuan dan anak-anak di desa.
Tasum berharap, dengan adanya program ini, Desa Sirnabaya bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi perempuan dan anak-anak. Ia menegaskan bahwa upaya ini adalah bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap seluruh warganya.
“Ini adalah wujud nyata perhatian kami terhadap warga. Kami ingin Desa Sirnabaya semakin maju dan berkembang, terutama dalam aspek kesetaraan gender dan perlindungan anak,” katanya.
BACA JUGA: Jalan Rusak di Depan Kantor Kecamatan Pataruman Dikeluhkan Warga
Tasum mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, tanpa partisipasi aktif dari warga, program ini tidak akan berjalan dengan maksimal.
“Kami butuh dukungan dari semua pihak, baik warga, kader desa, maupun organisasi yang peduli terhadap perempuan dan anak-anak. Jika kita bersama-sama, saya yakin program ini akan berhasil,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dari berbagai elemen desa, program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak diharapkan bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Desa Sirnabaya. (Eddy/infopriangan.com)
