Berita Ciamis

Didi Irawadi Sosialisasikan Expo Sawit di Jatinagara

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPR RI Fraksi dari Partai Demokrat dapil Jabar X, Didi Irawadi Syamsuddin SH LL.M laksanakan sosialisasi dan expo sawit di GOR Desa Jatinagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis. Senin, (18/99/2023).

Dalam sambutannya, Didi mengatakan bahwa sawit Indonesia merupakan ekspor non-migas terbesar di Indonesia,

Lanjut Didi, tanaman sawit habitat di daerah tropis pada ketinggian 0-500 m di atas permuknaan laut, juga pada 15 lintang utara -15 lintang selatan dari garis khatulistiwa.

“Dengan keunggulan ini menyebabkan beberapa negara melakukan kampanye negatif tentang sawit. Dengan adanya hal itu kita harus hadapi dengan bukti,” tegas Didi.

Bukti itu adalah produk sawit dengan semua turunanya dan kinerja dalam meminimalkan sisi negatif akibat perubahan habitat bagi hewan yang hidup di hutan tropis. Selain itu perubahan ekosistem hutan (sisi cost) dengan menunjukan bahwa sisi manfaat jauh lebih tinggi.

Untuk itu mayoritas non-migas kita merupakan produk dari sawit yang berkontribusi terhadap pemasukan devisa. Untuk manfaat lain dari sawit dapat di lihat dari produk turunanya.

“Seperti minyak goreng, margarin, sabun, bahan kosmetik, untuk industru baja, kawat, radio, industri farmasi, hingga bahan bakar bio solar,” ujarnya.

Lanjut Didi di Indonesia sawit baru tersebar di delapan provinsi. DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara.

“Untuk pengembangan perkebunan sawit dan produk turunanya dari hulu hingga hilir selain berkontribusi bagi penyerapan tenaga kerja yang akan meningkatkan konsunsi rumah tangga sawit juga berkontribusi bagi pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan kenaikan PDB. Semua berkorelasi dengan peluang kerja dan ini penting bagi angkatan kerja kita yang terus muncul dari tahun ke tahun,” kata Didi.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita Muda di Tasikmalaya

Didi berharap gerakan sawit baik harus di sertai exponya. Selain itu mengundang investor dalam negri. Dengan harapan BUMD di tiap daerah dapat terlibat di dalamnya.

“Entah itu berupa kepemilikan saham atau pengembangan perkebunan sawi dan produk turunanya,” pungkasnya. (Dine D Kurnia/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *