Berita Ciamis

Diduga Dibully, Siswa MI di Pamarican Trauma Sekolah

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Seorang orang tua siswa mendatangi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Neglasari di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, setelah anaknya yang duduk di bangku kelas dua diduga menjadi korban bullying oleh teman sekelasnya.

Anak tersebut, berinisial FM, diketahui memiliki kondisi medis langka yaitu atresia ani atau anus imperforata, yakni lahir tanpa lubang anus. Sang ayah, Iyan Antono, tak kuasa menahan emosi saat menceritakan kejadian yang dialami anaknya.

IMG-20260217-WA0014

Menurut Iyan, insiden terjadi ketika FM tiba-tiba pulang dari sekolah sambil menangis dan mengaku mengalami sakit di bagian dada usai ditendang oleh temannya saat bermain.

“Karena panik dan khawatir terjadi hal serius, saya langsung bawa anak saya ke puskesmas untuk diperiksa,” ujar Iyan kepada wartawan, Jumat (16/5/2025).

Iyan mengungkapkan, sejak kejadian tersebut, FM mengalami trauma dan menolak pergi ke sekolah. Selama hampir dua pekan, anaknya memilih diam di rumah. Baru pada hari ini FM kembali ke sekolah, itu pun karena dipaksa oleh ibunya yang tinggal di Bandung.

“Anak saya itu jadi minder, takut masuk sekolah. Dia takut kejadian serupa terulang. Saya sangat kecewa dan marah, karena saya khawatir dia dibully karena kondisi fisiknya yang berbeda,” ucap Iyan.

Yang membuat Iyan semakin kecewa adalah sikap pihak sekolah yang dinilai kurang tanggap dan tidak melakukan pendekatan secara persuasif untuk memulihkan kondisi mental FM.

“Selama dua minggu anak saya tidak masuk, tidak ada satu pun guru datang menengok atau sekadar bertanya kabar. Bahkan tas dan perlengkapan sekolahnya masih tertinggal karena waktu kejadian dia kabur dari sekolah,” tegasnya.

Iyan menyampaikan bahwa dirinya saat ini menjadi satu-satunya yang merawat FM setelah bercerai dengan istrinya. Karena itu, segala peristiwa yang menimpa anaknya menjadi tanggung jawab dirinya sepenuhnya.

“Yang saya takutkan itu pembullyan secara verbal, seperti dihina karena kondisi fisiknya. Jadi sangat wajar saya marah dan datang langsung ke sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala MI Neglasari, Ujang, membenarkan bahwa insiden antara FM dan temannya memang terjadi. Namun ia membantah bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk bullying.

“Itu hanya kenakalan anak-anak. Awalnya mereka bermain semprot-semprotan, mungkin ada yang tersinggung lalu berujung perkelahian kecil,” ujarnya.

Ujang juga menyatakan tidak ada perlakuan tidak menyenangkan secara verbal terhadap FM dari siswa lain. Ia menegaskan bahwa FM selama ini justru diberi perlakuan khusus karena kondisi kesehatannya.

BACA JUGA: Pelepasan 182 Calon Haji Kloter 32 Asal Ciamis

Namun, Ujang juga mengakui pihak sekolah belum sempat mendatangi keluarga FM lantaran kesibukan di sekolah.

“Memang kami belum datang langsung ke rumah, dan kami mohon maaf soal itu. Tapi kami sudah berupaya menjalin komunikasi dengan ibunya FM di Bandung melalui telepon,” jelasnya.

Pihak sekolah menyatakan akan mengevaluasi internal serta memperkuat pendekatan kepada siswa agar insiden serupa tidak kembali terjadi. (Rizky, Revan/infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *