Berita Ciamis

Dinkes Ciamis Tingkatkan Mutu Gizi Lewat Pelatihan SLHS

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan dan standar kesehatan masyarakat, terutama dalam bidang keamanan pangan dan gizi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Penjamah Makanan dan Sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG se-Kecamatan Lakbok dan Purwadadi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Da’wah Kecamatan Lakbok. Selasa, (8/10/2025).

Sebanyak lima SPPG dari dua kecamatan tersebut mengirimkan total 150 peserta untuk mengikuti pelatihan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan, karena menyadari betapa pentingnya pemahaman tentang kebersihan, keamanan, dan standar gizi makanan yang mereka sajikan kepada masyarakat.

Muhamad Ridwan, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pembekalan dan arahan kepada pengelola SPPG agar seluruhnya dapat memenuhi standar SLHS.

“Pelatihan ini bukan sekadar sosialisasi, tapi menjadi salah satu syarat penting untuk penerbitan SLHS. Target kami, semua SPPG di wilayah Lakbok dan Purwadadi sudah memiliki sertifikat laik hygiene sebelum November 2025,” ujar Ridwan.

Ridwan menuturkan, penerbitan sertifikat SLHS memiliki sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi. Di antaranya, minimal 50 persen penjamah makanan yang bekerja di dapur wajib memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan. Selain itu, hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di dapur dan area sekitarnya harus menunjukkan tingkat kelayakan minimal 80 persen.

“Kalau belum memenuhi persyaratan itu, belum bisa dikatakan laik hygiene, sesuai dengan ketentuan Permenkes Nomor 17 Tahun 2024,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, setiap dapur juga wajib melalui uji laboratorium untuk memastikan kebersihan dan keamanan pangan. Pengujian tersebut meliputi sampel makanan, peralatan dapur, serta penjamahnya.

“Jika hasil uji laboratorium menunjukkan hasil baik, baru SLHS dapat diterbitkan,” kata Ridwan menegaskan.

BACA JUGA: Bank Galuh dan SPPG Mukti Rahayu Raih Penghargaan Pendidikan

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, peserta mendapatkan enam materi utama yang disampaikan selama delapan jam pelajaran. Materinya mencakup kebijakan dan regulasi tentang pangan, pengenalan bakteri dan sumber pencemaran makanan, teknik pembersihan dan penyimpanan alat dapur, higiene perorangan, tahapan proses produksi pangan, serta pengendalian sektor pangan.

Menurut Ridwan, keenam materi tersebut merupakan dasar penting bagi setiap pengelola layanan pangan masyarakat agar mampu menjaga kualitas dan keamanan makanan. Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab para penjamah makanan dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau semua penjamah memahami dan menerapkan prinsip hygiene dengan benar, masyarakat akan lebih terlindungi dari risiko penyakit akibat makanan yang tidak aman. Kualitas gizi pun bisa lebih terjaga,” pungkasnya.

Dengan pelatihan ini, Dinas Kesehatan Ciamis menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu gizi dan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas penjamah makanan di tingkat pelayanan dasar. (Kusmana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *