Berita Ciamis

Disnaker Ciamis Gencarkan Monitoring LPK Berkualitas

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis terus menggencarkan langkah strategis guna mempercepat terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan monitoring dan evaluasi langsung ke sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di wilayah Ciamis. Minggu, (27/7/2025).

Salah satu LPK yang dikunjungi adalah LPK Galuh Pamanah Rasa, yang tengah menyelenggarakan pelatihan bahasa dan budaya Jepang sejak 5 Mei hingga 31 Juli 2025, di Baregbeg Monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pelatihan yang sedang berjalan.

Pimpinan LPK Galuh Pamanah Rasa, Osa Usman, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah membina 25 peserta, terdiri dari 15 peserta program kerja sama dengan Disnaker Ciamis dan 10 peserta dari program reguler Tokutei Ginou (Keterampilan Khusus).

“Kami fokus melatih keterampilan bahasa dan budaya Jepang sebagai bekal penting bagi peserta yang akan bekerja di luar negeri maupun di sektor industri dalam negeri yang membutuhkan keahlian tersebut,” ujar Osa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Galuh Pamanah Rasa, Feri Febriana, menegaskan pentingnya materi pelatihan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha terus diperkuat. Ini penting agar SDM yang dihasilkan benar-benar siap bersaing dan unggul di era global saat ini,” ungkap Feri dalam sesi pembelajaran.

Kepala Disnaker Ciamis, Dase Fadli Yusdy Mubarok, S.H., menegaskan bahwa kegiatan monitoring bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk konkret komitmen pemerintah dalam memastikan kualitas pelatihan di setiap LPK.

“Kami berkomitmen untuk terus membina dan mengawal pelaksanaan pelatihan agar benar-benar mencetak tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri,” ujar Dase.

Dase juga menyampaikan bahwa monitoring ini mencakup berbagai aspek penting, seperti metode pengajaran, progres peserta, kesiapan instruktur, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pelatihan.

Disnaker Ciamis juga menargetkan seluruh LPK di wilayahnya untuk dimonitor secara bertahap dan berkelanjutan guna memastikan standar pelatihan sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

BACA JUGA: Pemkab Tasikmalaya Luncurkan Program untuk Lansia Tunggal

“LPK harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kualitas pelatihan tidak boleh stagnan, tetapi harus terus berkembang, inovatif, dan selaras dengan dinamika pasar kerja,” tegas Dase.

Sebagai langkah lanjutan, Disnaker saat ini tengah menyusun program pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi para instruktur LPK. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pelatihan sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Ciamis di tingkat regional maupun nasional. (Eddy, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *