Berita Ciamis

Dugaan Perselingkuhan Guru ASN SMP Purwadadi Ciamis Hebohkan Sekolah

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Lingkungan SMP Negeri 1 Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tengah dihebohkan dengan isu dugaan perselingkuhan yang menyeret dua tenaga pendidik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan dua guru berinisial Ma dan Rs memasuki area toilet sekolah secara bersamaan, menjadi pemicu kecurigaan serius dan gunjingan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Isu ini menyeruak setelah And, suami dari Ma, membeberkan kecurigaannya kepada publik. Ia mengaku telah lama menduga adanya hubungan gelap antara istrinya dan rekan kerja sesama guru, Rs. “Saya merasa ada yang tidak beres sejak lama. Selain perasaan saya sebagai suami, banyak juga informasi dari lingkungan sekitar yang membuat saya ingin mencari tahu kebenarannya,” ungkap And. Selasa, (5/8/2025).

And menyampaikan, rasa penasarannya membuat ia memeriksa rekaman CCTV sekolah. Dari rekaman itulah ia mengaku melihat istrinya dan Rs masuk ke area toilet sekolah secara bersamaan. “Saya benar-benar terkejut dan marah. Terlebih, mereka berada di dalam selama hampir enam menit. Dan kejadian itu terjadi saat sekolah sedang libur,” tuturnya.

Tidak tinggal diam, And telah mencoba melakukan mediasi dengan pihak istrinya dan Rs. Namun, baik Ma maupun Rs kompak membantah tuduhan tersebut. Mereka mengklaim hanya mengobrol biasa dan tidak melakukan hal yang melanggar.

“Istri saya berdalih itu hanya obrolan biasa. Tapi mengobrol di area toilet saat sekolah kosong, itu tidak wajar menurut saya,” ucap And dengan nada kecewa. Ia juga menuturkan bahwa istrinya sering pulang terlambat dari sekolah, bahkan saat hari libur sekalipun, dengan alasan pekerjaan.

Ia juga mengungkap bahwa dirinya pernah melihat keduanya pergi bersama menggunakan mobil, dan Rs disebutnya beberapa kali datang ke rumah saat ia tidak di tempat. Oleh karena itu, And meminta agar pihak sekolah mengevaluasi jabatan istrinya sebagai Wakasek Kesiswaan. “Saya minta jabatan itu tidak dijadikan tameng untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Sementara itu, Ma membantah keras tuduhan tersebut. Ia mengaku sudah menjalani sumpah dan merasa tidak melakukan hal yang melanggar etika. “Rekaman CCTV itu hanya menunjukkan kami berbicara di dapur, bukan di kamar mandi. Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.

BACA JUGA: Desa Kawali Pelopori Wisata Berbasis Lingkungan dan Masyarakat

Hal serupa disampaikan Rs. Ia menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan Ma murni profesional sebagai rekan kerja. “Saya tidak memiliki hubungan khusus apa pun dengan Ma. Semua tuduhan itu tidak benar,” katanya.

Pihak sekolah melalui Humas SMPN 1 Purwadadi, Haeruman, mengatakan bahwa pihaknya sudah memfasilitasi mediasi dan menilai kejadian ini hanya kesalahpahaman. “Mereka sudah disumpah dan tidak ditemukan bukti pasti adanya hubungan di luar profesional,” ujarnya.

Menanggapi polemik ini, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Ciamis, Aris, menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil kepala sekolah untuk klarifikasi. Ia menyatakan telah ada islah, namun mutasi akan dilakukan terhadap salah satu guru sebagai bentuk antisipasi. “Ini bentuk kewaspadaan kami agar tidak terjadi hal serupa di masa depan,” tandasnya. (Rizky Revan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *