Endang Apresiasi Muharaman di Desa Purwajaya
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kegiatan peringatan Tahun Baru Islam (Muharaman) yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif daerah. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai NasDem, Endang Cahyadi.
Endang menyampaikan rasa bangganya saat menghadiri puncak acara Muharaman yang diisi dengan pagelaran wayang kulit di halaman kantor Desa Purwajaya, Selasa malam (2/7/2025). Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud kekompakan warga dengan pemerintah desa dalam menjaga budaya dan merawat tradisi keislaman yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Saya sangat mengapresiasi antusiasme warga Purwajaya. Pagelaran seperti ini jelas membutuhkan biaya dan persiapan yang tidak sedikit. Tapi yang lebih penting adalah semangat gotong royong dan rasa cinta terhadap budaya yang ditunjukkan masyarakat,” ungkap Endang kepada wartawan di sela-sela acara.
Menurut Endang, kegiatan Muharaman di Desa Purwajaya menjadi salah satu yang paling meriah di wilayah selatan Kabupaten Ciamis. Ia menyebut belum menemukan desa lain, khususnya di Kecamatan Purwadadi, yang mampu menggelar perayaan Muharaman sekomprehensif dan sespektakuler itu.
“Terbukti, ribuan warga dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan wayang kulit ini. Ini menunjukkan bahwa seni budaya tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, bahkan di era digital seperti sekarang,” katanya.
Endang menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya sebatas hiburan semata, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi, terutama dalam mengenalkan budaya leluhur kepada generasi muda.
“Wayang kulit tidak hanya mementaskan cerita, tetapi juga menyampaikan pesan moral, keagamaan, dan kebijaksanaan. Anak-anak muda yang menonton bisa belajar banyak dari sini,” jelasnya.
Endang juga memuji masyarakat Purwajaya yang dinilainya masih memegang teguh adat dan tradisi warisan nenek moyang. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah “Suraan” atau sedekah bumi, yang rutin digelar setiap malam 1 Muharram.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya bentuk syukur atas hasil bumi dan keselamatan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan bahkan dikembangkan agar lebih dikenal secara luas.
“Budaya seperti ini bukan untuk ditinggalkan, tetapi harus diwariskan. Dan saya senang karena di sini, tradisi sudah mulai dikenalkan kepada generasi muda,” ucapnya.
Endang juga menyampaikan bahwa Desa Purwajaya mayoritas dihuni oleh warga keturunan suku Jawa. Hal tersebut menjadikan budaya Jawa seperti wayang kulit dan kuda lumping masih sangat melekat di kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Di sini juga masih ada kesenian kuda lumping. Bahkan sudah ada paguyubannya, dan yang menarik, mayoritas anggotanya adalah anak-anak muda. Ini artinya regenerasi pelestari budaya sudah berjalan,” tambahnya.
BACA JUGA: Asep Wawan Ditunjuk Plt Kadisdik, Siap Bawa Perubahan
Endang menilai, peran pemerintah desa yang mampu membina dan mendorong warganya untuk tetap menjaga kebudayaan lokal adalah hal yang patut dicontoh oleh desa-desa lain.
Endang berharap kegiatan Muharaman di Desa Purwajaya bisa menjadi inspirasi bagi desa lain di Kabupaten Ciamis, bahkan di luar daerah. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat.
“Kita tidak boleh melupakan akar budaya kita. Sebab dari sanalah identitas kita berasal. Desa Purwajaya telah memberikan contoh nyata bahwa menjaga budaya bukan berarti menolak kemajuan, tetapi justru bagian dari membangun karakter masyarakat yang kuat,” pungkas Endang. (Revan, Rizky/infopriangan.com)


