Fadlil Yani Jabat Wakil Sekretaris KPK MUI Pusat
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ucapan selamat dan doa terus mengalir kepada K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, atas amanah baru yang diembannya sebagai Wakil Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk masa khidmat 2025–2030.
Penunjukan tersebut dipandang sebagai bentuk kepercayaan besar umat dan bangsa kepada sosok ulama yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni, tetapi juga integritas moral serta pengalaman kepemimpinan yang teruji.
Dalam keterangannya, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi menegaskan bahwa penugasan ini bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab strategis dalam menjaga marwah ulama sekaligus memperkuat peran MUI sebagai rujukan keagamaan umat Islam di Indonesia. Menurutnya, amanah tersebut menuntut keteguhan sikap, kecermatan berpikir, serta keberanian moral dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dinamika sosial, pergeseran nilai, serta derasnya arus informasi menempatkan MUI pada posisi krusial sebagai penuntun umat agar tetap berada dalam koridor akidah, syariah, dan akhlak Islam.
“Jabatan ini bukan kehormatan pribadi, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan umat, bangsa, dan Allah SWT,” ujarnya. Jum’at, (26/12/2025)
K.H. Dr. Fadlil menambahkan, keberhasilan menjalankan amanah tidak semata diukur dari aspek administratif atau organisatoris, melainkan dari sejauh mana MUI mampu hadir sebagai penyejuk umat, peneguh persatuan, serta penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, wasathiyah, dan rahmatan lil ‘alamin.
Sikap kritis, lanjutnya, tetap diperlukan dalam merespons berbagai persoalan umat, namun harus dilandasi etika, hikmah, dan kebijaksanaan.
“Ketegasan harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan, dan kritik harus disampaikan dengan adab serta tanggung jawab keilmuan,” tegasnya.
Dalam menjalankan tugasnya, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi berharap senantiasa diberikan kemudahan, kekuatan, dan keberkahan oleh Allah SWT. Ia meyakini bahwa kepemimpinan yang efektif lahir dari keikhlasan melayani, kemampuan mendengar, serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada kemaslahatan umat.
Peran tersebut, menurutnya, menuntut kerja kolektif, sinergi antarulama, serta keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat.
“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah, melapangkan jalan dalam menjalankan tugas, dan menjadikan setiap keputusan bernilai ibadah,” tuturnya.
BACA JUGA: Tiang ISP Semrawut, Lemahnya Kebijakan Jadi Sorotan
K.H. Dr. Fadlil berharap amanah ini dapat semakin memperkuat kontribusi MUI dalam membangun kehidupan beragama yang damai, berkeadaban, dan berkeadilan. Dengan bekal keilmuan, pengalaman, serta keteladanan moral, peran tersebut diyakini dapat dijalankan secara optimal demi kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa.
“Semoga amanah yang saya emban dapat dijalankan dengan istiqamah, penuh tanggung jawab, dan membawa kebaikan yang luas bagi umat Islam dan Indonesia,” pungkasnya. (Redaksi)
