Berita Ciamis

Forum Kepala Desa Banjaranyar Datangi Komisi Lima DPRD Jabar

infopriangan.com, BERITA CIAMIS.
Sempat tidak mendapatkan solusi terkait nasib 72 anak yang gagal masuk ke SMA Negeri 2 Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Forum Kepala Desa Kecamatan Banjaranyar datangi komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat.

Didampingi Ketua DPRD, beserta komisi D DPRD Kabupaten Ciamis, selain bertemu dengan DPRD Provinsi Jawa Barat, perwakilan kepala desa juga bertemu dengan PLt Sekertaris Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat guna menyampaikan aspirasi serta meminta solusi terkait 72 anak yang saat ini nasibnya belum jelas akibat gagal diterima di SMA N 2 Banjarsari.

Menurut Kepala Desa Cikupa, Endi Supendi mengatakan, pada pertemuan yang di laksanakan di gedung DPRD provinsi Jawa Barat tersebut menghasilkan beberapa solusi, diantaranya yaitu wacana penambahan Ruang kelas baru di SMA Negeri 2 Banjarsari.

“Dari hasil pertemuan kemarin rencananya di tahun 2024 ini akan ada penambahan satu RKB, dan pada tahun 2025 akan di bangun sebanyak lima RKB lagi,” jelasnya.

Endi juga menambahkan, meski saat ini pihaknya baru mendapatkan angin segar perihal rencana pemerintah provinsi Jawa Barat yang akan menambah RKB di sekolah tersebut, pihaknya mengaku akan tetap mengawal sampai rencana tersebut benar-benar terealisasi.

“Langkah ini juga sebagai bentuk antisipasi dimana kala nanti di tahun ajaran baru kembali terjadi penumpukan pendaftaran saat masa PPDB. Jadi tidak ada lagi alasan pihak sekolah kekurangan RKB,” terangnya.

Endi mengatakan, pihaknya menjelaskan dari ke 72 anak tersebut sebenarnya itu tersebar dari berbagai daerah, namun memang sebagian besar anak yang tidak diterima itu merupakan asli dari Kecamatan Banjaranyar.

“Dari data yang kami terima, warga asli Banjaranyar itu sebanyak 32 orang, dan saat ini setelah dilakukan verifikasi ulang, tersisa 14 orang yang belum terakomodir,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA N 2 Banjarsari, Teti Gumiati mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa Pemprov Jawa Barat memang berencana untuk membangun RKB di sekolah tersebut.

“Iya wacana itu memang di kemukakan pada saat pertemuan di gedung DPRD provinsi Jawa Barat kemarin, dan itu sebagai salah satu solusi untuk mengakomodir agar di tahun depan tidak terjadi penumpukan pendaftaran,” tuturnya.

BACA JUGA: Maksudi, Pengrajin Janur Kuning dari Tahun 70-an di Pangandaran Masih Eksis

Teti juga mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya belum mendapatkan solusi terkait penambahan kuota untuk mengakomodir para calon siswa yang kemarin tidak masuk ke SMA pada saat PPDB.

“Dan solusinya tetap mereka nanti bisa di salurkan ke SMA terbuka sesuai dengan pertemuan terakhir dengan Sekertaris Daerah  beberapa waktu yang lalu, dan itu di bukannya nanti di bulan agustus,” pungkasnya. (Revan, Rizky/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *