Berita Ciamis

Herry Darmawan Soroti Potensi Ekspor Cupang Banjarsari

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Herry Darmawan, melakukan kunjungan kerja ke kelompok budi daya ikan cupang di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena kelompok yang mayoritas digerakkan oleh pemuda itu telah berhasil menembus pasar internasional.

Dalam kunjungannya, Herry Darmawan menyampaikan rasa terkejut sekaligus apresiasinya setelah mengetahui bahwa dari wilayah pedesaan, kelompok budi daya ikan cupang mampu memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Ia menilai hal tersebut sebagai potensi ekonomi lokal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Saya cukup kaget, ternyata di Banjarsari ada pemuda-pemuda yang serius mengembangkan budi daya ikan cupang dan pemasarannya sudah sampai mancanegara,” ujar Herry.

Herry menjelaskan, kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diisi dengan diskusi mendalam untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi kelompok budi daya ikan cupang. Menurutnya, penting bagi negara untuk hadir tidak hanya memberikan pujian, tetapi juga solusi nyata.

“Setelah berdiskusi dan mengidentifikasi persoalan, mudah-mudahan ke depan bisa kita carikan solusi dan diselesaikan secepatnya,” katanya.

Salah satu permasalahan utama yang terungkap, lanjut Herry, adalah ketiadaan fasilitas karantina ikan di wilayah Ciamis dan sekitarnya. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas ikan, terutama untuk menjaga kesehatan ikan cupang sebelum dipasarkan ke luar daerah maupun ke luar negeri.

“Fasilitas karantina terdekat itu adanya di Kabupaten Cilacap. Ini tentu menjadi kendala, karena jaraknya cukup jauh dan memerlukan biaya tambahan,” ungkapnya.

Untuk itu, Herry menyampaikan bahwa dalam kunjungan tersebut ia turut menghadirkan perwakilan dari Badan Karantina, baik dari tingkat pusat maupun provinsi, guna mencari solusi konkret atas persoalan tersebut.

“Saya membawa langsung pihak Badan Karantina agar kita bisa duduk bersama dan mencari jalan keluar yang paling memungkinkan,” tegasnya.

Meski demikian, Herry juga mengingatkan bahwa dukungan pemerintah harus diimbangi dengan kesiapan dari kelompok budi daya itu sendiri, khususnya dalam hal administrasi dan kelembagaan. Menurutnya, kelengkapan administrasi akan mempercepat proses bantuan dan fasilitasi dari pemerintah.

“Saya menekankan agar administrasi kelompok segera dilengkapi, supaya semua proses bisa berjalan lebih cepat dan tidak terhambat aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Tindakan Karantina Ikan Badan Karantina, Ahmad Al Faraby, menyampaikan bahwa untuk menunjang kegiatan ekspor dan impor ikan cupang, pembangunan instalasi karantina ikan merupakan langkah yang sangat penting dan strategis.

“Instalasi karantina ini berfungsi untuk memastikan ikan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit sebelum berinteraksi dengan ikan lain atau dikirim ke luar daerah,” kata Ahmad.

Di sisi lain, Charis Husni Fauzi, salah seorang pengurus Kelompok Ikan Cupang Luxurious, mengungkapkan bahwa selain persoalan karantina, kelompoknya juga tengah menghadapi kendala ketersediaan pakan ikan, yang berpotensi memengaruhi kualitas hasil budi daya.

BACA JUGA: Lapas Banjar Beri Remisi Natal 2025 untuk 9 Napi

“Saat ini kami cukup kesulitan pakan, dan itu bisa berdampak pada kualitas ikan. Kami sudah mengajukan pengadaan pakan dan berharap prosesnya bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Charis menambahkan bahwa meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, kelompoknya tetap mampu menembus pasar Asia, Eropa, hingga Amerika dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran utama.

“Kami memasarkan ikan cupang melalui media sosial, salah satunya dengan live. Jenis yang paling diminati saat ini adalah HM Barongsai, dan usaha ini sudah kami jalani sekitar empat tahun,” pungkasnya. (Revan, Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *