Berita Ciamis

Jembatan Bailey Cikaleho Dibuka dengan Pembatasan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Jembatan bailey yang dibangun sebagai pengganti Jembatan Cikaleho di ruas Jalan Nasional Ciamis–Cirebon akhirnya dapat dilalui kendaraan mulai Selasa siang, 2 Desember 2025.

Setelah proses pemasangan yang berlangsung sekitar tujuh hari, jembatan darurat berbahan baja itu dinyatakan aman oleh tim teknis dan resmi dibuka untuk kendaraan roda dua hingga roda empat. Meski demikian, pembatasan tonase diterapkan secara ketat demi menjaga keamanan konstruksi sementara tersebut.

Petugas di lapangan menjelaskan bahwa jembatan hanya boleh dilewati kendaraan dengan berat di bawah 20 ton.

“Pembatasan ini wajib dipatuhi. Jembatan Bailey tidak dirancang untuk menahan beban berat,” kata seorang petugas Dishub yang tengah mengatur arus kendaraan.

Petugas Dishub menegaskan bahwa kendaraan besar seperti truk tronton dilarang melintas melalui jalur itu. Sementara kendaraan roda dua, roda empat, hingga roda enam masih diperbolehkan melewati jembatan tersebut.

Di kedua sisi jembatan, warga bersama petugas Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis berjaga sepanjang hari. Mereka tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga menyediakan akses khusus bagi pejalan kaki agar dapat melintas dengan aman.

Para petugas mengingatkan pengendara untuk tidak melaju terlalu cepat ketika melewati jembatan. “Ini jembatan sementara. Kita minta semua pengguna jalan menjaga keamanan bersama,” ujar petugas lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triadi, menyampaikan bahwa sebelum membuka jembatan untuk publik, pihaknya telah melakukan uji beban. Uji tersebut dilakukan untuk memastikan jembatan aman digunakan dalam batas tonase yang telah ditetapkan.

“Tonase maksimal jembatan Bailey ini 20 ton. Jadi kendaraan yang boleh melintas hanya yang berada di bawah tonase itu,” jelas Andang.

Andang juga menambahkan bahwa hasil pengecekan teknis menunjukkan jembatan darurat itu layak dimanfaatkan untuk sementara waktu.

Menurut Andang, jembatan bailey diproyeksikan tetap terpasang selama beberapa bulan ke depan sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menentukan kapan jembatan permanen mulai dibangun.

“Jalan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga kami belum bisa memastikan sampai kapan jembatan Bailey digunakan,” ujarnya.

Meski keberadaan jembatan sementara ini disambut baik oleh masyarakat, sejumlah sopir mengeluhkan keterbatasan tonase, terutama bagi kendaraan logistik berukuran besar. Mereka menyebut pembatasan itu berdampak pada distribusi barang, meski memahami alasan keselamatan yang menjadi pertimbangan utama. Seorang sopir truk menuturkan bahwa ia harus memutar jalur lebih jauh.

“Kalau dipaksa lewat sini, jembatannya rawan. Jadi kami ikut aturan saja, meski tambah waktu tempuh,” katanya.

Warga setempat berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian pembangunan jembatan permanen. Mereka menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama mengingat ruas Ciamis–Cirebon adalah jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

BACA JUGA: Wali Kota Banjar Tanggapi Kritik Minimnya Anggaran

Para pengguna jalan juga meminta agar pengawasan terhadap jembatan darurat tetap diperketat untuk mencegah kelebihan beban yang dapat mempercepat kerusakan.

Keberadaan jembatan bailey ini memang menjadi solusi sementara yang sangat dibutuhkan. Namun kebutuhan akan penanganan permanen tetap menjadi sorotan utama agar kelancaran arus lalu lintas tidak terus bergantung pada konstruksi darurat yang memiliki keterbatasan teknis dan risiko tinggi jika tidak diawasi dengan cermat. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *