Berita Ciamis

Kolaborasi Ekonomi Kreatif di Wiramoka 2025 Ciamis

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Gelaran Wiramoka Kabupaten Ciamis 2025 resmi dibuka dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, serta para finalis Mojang Jajaka Ciamis. Acara yang berlangsung dua hari, 5–6 Desember 2025, ini disebut menjadi wadah kolaborasi baru untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Banyak pelaku UMKM memberikan apresiasi positif, termasuk dari Desa Bangunharja yang menilai kegiatan ini sebagai momen penting untuk memperluas jangkauan promosi produk lokal.

Kegiatan yang digelar di Anotherholl dan Hollowspace Kecamatan Ciamis, merupakan kegiatan petama. Panitia menyampaikan bahwa Wiramoka 2025 dirancang untuk lebih inklusif, merangkul berbagai komunitas kreatif sekaligus menampilkan wajah kemajuan UMKM Kabupaten Ciamis.

Pembukaan acara berlangsung meriah. Para pejabat, tamu undangan, dan peserta bersama-sama membunyikan koloti (kolotok leutik) khas Kecamatan Cimaragas sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan.

Panitia menjelaskan bahwa pemilihan kolotik sebagai simbol pembukaan merupakan bagian dari upaya mengangkat budaya lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional adalah bagian dari ekosistem ekonomi kreatif,” kata salah seorang panitia.

Selain kesenian, Wiramoka juga menjadi ruang pamer bagi produk-produk unggulan UMKM. Di lokasi acara, pengunjung dapat menemukan beragam hasil karya masyarakat, mulai dari batik tulis, gula merah dari Kecamatan Rancah, hingga olahan ikan mujaer seperti abon nila, cucuk kriuk, tas kamuti, serta aneka keripik dari Desa Bangunharja. Produk-produk tersebut dipajang dengan konsep visual yang lebih modern agar menarik perhatian pengunjung.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menyampaikan rasa bangganya terhadap keterlibatan UMKM dari desanya. Ia menuturkan bahwa kegiatan seperti Wiramoka sangat membantu memperkuat posisi UMKM lokal di tingkat kabupaten.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini kesempatan bagi UMKM Desa Bangunharja untuk mempromosikan olahan khas desa kami,” ujarnya.

Carikin juga menjelaskan bahwa pelaku UMKM dari Bangunharja sudah beberapa kali mewakili Kabupaten Ciamis di berbagai ajang tingkat provinsi maupun nasional. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa produk desa mampu bersaing dengan daerah lain.

“UMKM kami sudah sering tampil di event provinsi dan nasional. Itu membuktikan bahwa kualitas produk dari desa sangat layak bersaing,” kata Carikin.

Selain itu, Carikin mengungkapkan bahwa UMKM Bangunharja sering menjadi tujuan studi banding dari daerah lain. Banyak rombongan dari luar kota hingga luar provinsi datang untuk mempelajari model pengembangan UMKM yang diterapkan Desa Bangunharja.

Ia menegaskan bahwa hal ini tidak lepas dari inovasi, pendampingan, dan komitmen para pelaku usaha.

“Banyak yang datang untuk belajar ke Bangunharja. Mereka ingin mengadopsi pola pengembangan UMKM kami,” katanya.

BACA JUGA: PGRI Banjaranyar Tegaskan Arah Baru Organisasi Guru

Menurut pengamatan sejumlah peserta, Wiramoka bukan hanya ajang pameran, tetapi juga sarana bertukar gagasan. Dalam kegiatan ini terdapat sesi workshop, talkshow, diskusi interaktif, hingga pertemuan bisnis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli potensial. Pendekatan ini dinilai mampu membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi lokal.

Dengan berbagai kegiatan yang digelar, Wiramoka 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis. Para pelaku UMKM berharap ajang seperti ini terus dilanjutkan dan diperkuat, sehingga ruang bagi produk lokal semakin luas dan manfaat yang dihasilkan semakin nyata bagi masyarakat. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *