Berita Ciamis

Komisi B DPRD Ciamis Sidak ke Kantor DPKP

infopriangan.com, BERITA CIAMIS.  Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis melakukan sidak ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), karena geram dengan beredarnya pupuk yang tidak layak pakai di sejumlah Kecamatan. Selasa, (15/03/2022).

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis dari fraksi PAN H. Komar mengatakan, pihaknya berserta rombongan datang ke DPKP. Semua dalam rangka sidak guna mengetahui penyebab pupuk tidak layak bisa tembus ke para petani.

“Kami mengklarifikasi kepada Dinas Pertanian terkait beredarnya pemberitaan adanya pupuk yang tidak layak. Ternyata benar berdasarkan masukan dari Dinas terkait,” ungkapnya.

Bahkan pupuk tersebut sejak tahun 2010 telah beredar namun baru sekarang pupuk tersebut baru terbongkar.

Lanjut H. Komar mengatakan, berdasarkan keterangan dari lapangan dinyatakan bahwa pupuk di Kabupaten Ciamis tidak dalam mengalami kelangkaan pupuk. Mengingat stok pupuk selalu tersedia di kios-kios resmi.

“Makanya kami meminta kepada masyarakat petani jangan sekali-kali membeli pupuk yang tidak jelas. Jangan asal harga murah, akhirnya dapat merugikan petani itu sendiri,” kata H. Komar.

Untuk itu, H. Komar meminta Dinas Pertanian seyogyanya melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk.

“Harus melakukan berbagai pelatihan kepada para petani, guna memberikan pemahaman terkait bercocok tanam yang baik dan penggunaan pupuk yang tepat,” ungkapnya.

H. Komar berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menindak lanjuti atas dugaan adanya peredaran pupuk yang tidak layak. Sehingga kedepannya tidak terjadi lagi beredar pupuk yang kurang manfaatnya.

Kepala Bidang PSP Dudung mengatakan, kedatangan Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dalam rangka sidak guna memintai keterangan terkait adanya dugaan peredaran pupuk ilegal.

Dalam hal ini, Dinas Pertanian segera menindak lanjuti dan menyelesaikan permasalahan ini agar tidak terulang kembali di waktu yang akan datang.

BACA JUGA: Beredar Pupuk Tidak Layak Pakai, Erlan Minta Maaf

“Dinas Pertanian melalui penyuluh pertanian akan lebih intens melakukan komunikasi. Senantiasa memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para petani,” jelasnya.

Para petani agar lebih hati-hati dalam membeli pupuk dan dianjurkan untuk membeli pupuk di kios resmi yang terjamin kualitas dan kuantitasnya. (Kusmana/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *