Lailah Dzikrayah: Tradisi Peralihan Kepemimpinan di Ciamis
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pondok Pesantren Darussalam Ciamis kembali menggelar Lailah Dzikrayah, sebuah tradisi tahunan yang menjadi ajang silaturahmi dan refleksi dalam momen pergantian kepemimpinan Kabupaten Ciamis. Acara ini berlangsung pada Senin malam, 10 Februari 2025, di Gedung Nadwatul Ummah.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Kang Icep, menjelaskan bahwa tradisi ini telah ada sejak 1970-an sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin daerah yang purna tugas sekaligus doa bagi pemimpin baru.
“Ini tradisi yang baik, di mana setiap pergantian bupati, kami mengadakan malam keakraban untuk mendoakan kedua pemimpin, baik yang baru maupun yang telah purna tugas,” ujar Kang Icep.
Pada acara ini, hadir dua sosok penting dalam kepemimpinan Ciamis: Pj Bupati Budi Waluya dan Bupati Ciamis terpilih periode 2024-2029, Herdiat Sunarya.
Budi Waluya, yang menjabat sejak November 2024, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan hangat dari masyarakat Ciamis selama ia bertugas.
“Saya dan keluarga merasakan penerimaan yang luar biasa dari masyarakat, mulai dari bupati, tokoh agama, pemuda, hingga rekan-rekan media. Rasanya seperti menambah saudara baru,” kata Budi Waluya.
Ia menegaskan bahwa tugas utamanya sebagai penjabat bupati adalah memastikan Pilkada Ciamis berjalan aman dan tertib. Dengan dukungan Forkopimda dan masyarakat, tugas itu dapat dijalankan dengan baik.
Di akhir sambutannya, Budi Waluya meminta maaf jika ada kekurangan selama ia memimpin dan berharap Herdiat Sunarya dapat menjalankan amanah dengan baik.
Herdiat Sunarya, yang kembali terpilih sebagai Bupati Ciamis, memberikan apresiasi tinggi kepada Budi Waluya atas dedikasi dan kepemimpinannya.
“Saya sering mendengar ungkapan positif dari masyarakat tentang Pak Budi. Beliau begitu familier, selalu bertegur sapa dengan warga Tatar Galuh. Padahal, awalnya ada kekhawatiran karena beliau berasal dari KPK. Tapi ternyata, kepemimpinannya selama tiga bulan penuh dengan persahabatan,” ungkap Herdiat.
Ia juga mendoakan agar Budi Waluya sukses dalam tugasnya di tempat baru setelah kembali ke instansi asalnya.
Sebagai bupati terpilih, Herdiat meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kepemimpinannya lima tahun ke depan dapat membawa Kabupaten Ciamis lebih maju.
BACA JUGA: Banjar Luncurkan Pemeriksaan Gratis untuk Warga
Lailah Dzikrayah bukan sekadar perpisahan, tetapi juga momentum refleksi dan kebersamaan. Acara ini diisi dengan sesi refleksi, sambutan, serta doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Ciamis.
Masyarakat yang hadir terlihat khidmat mengikuti seluruh rangkaian acara. Malam itu menjadi bukti bahwa peralihan kepemimpinan di Ciamis selalu dijalankan dengan semangat kekeluargaan, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, dan menjaga tradisi luhur yang telah diwariskan sejak puluhan tahun lalu. (Edyy/infopriangan.com)


