Berita Ciamis

Lima Sapi Bantuan Ketahanan Pangan di Ciamis Diduga Hilang

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Program ketahanan pangan di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tengah menuai sorotan tajam. Warga mempertanyakan keberadaan lima ekor sapi bantuan yang diduga hilang tanpa kejelasan, padahal program tersebut menggunakan anggaran dari Dana Desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari total 19 ekor sapi yang dibeli pemerintah desa dalam dua tahun anggaran, dua ekor dilaporkan mati, dan lima ekor lainnya disebut hilang. Meski pihak pengelola sempat menjelaskan bahwa kelima sapi itu juga mati, warga tidak menerima begitu saja alasan tersebut. Pasalnya, tidak ada bukti dokumentasi maupun laporan resmi yang menunjukkan kebenaran klaim itu.

Dudin Muhammad, salah seorang warga Desa Sukajaya, mengatakan bahwa warga sebenarnya sudah berupaya meminta kejelasan dari pemerintah desa dan kelompok pengelola. Mereka bahkan menginisiasi pertemuan untuk membahas persoalan itu secara terbuka.

“Namun sangat disayangkan, ketua kelompok yang seharusnya bertanggung jawab mengurus sapi-sapi itu tidak hadir dalam pertemuan,” ujar Dudin, Selasa (21/10/2025).

Menurut Dudin, hasil diskusi bersama perangkat desa tidak menghasilkan jawaban memuaskan. Warga menilai terjadi saling lempar tanggung jawab antara pemerintah desa dan kelompok pengelola.

“Kami tidak mendapatkan jawaban yang pasti mengenai keberadaan sapi-sapi itu. Malah kedua pihak saling menyalahkan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan yang diperoleh warga, pengadaan sapi tersebut dilakukan pada dua tahun anggaran.

“Setahu saya, pada tahun 2022 pemerintah desa membeli 11 ekor sapi, dan di tahun 2023 menambah 8 ekor lagi. Tapi sekarang di kandang hanya tersisa 12 ekor,” jelasnya.

Dudin berharap pemerintah desa segera memberikan kejelasan mengenai hilangnya sapi-sapi tersebut agar tidak menimbulkan polemik lebih luas.

“Kami khawatir isu yang beredar bahwa sapi-sapi itu dijual untuk kepentingan pribadi malah makin menyebar dan merusak kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Herdi Siswanto, membenarkan bahwa pemerintah desa memang melaksanakan program ketahanan pangan melalui pengadaan sapi yang dananya bersumber dari Dana Desa. Namun, ia mengaku belum bisa memberikan keterangan pasti terkait sapi yang hilang tersebut.

“Silakan saja konfirmasi langsung ke ketua kelompok yang ditugaskan mengurus sapi-sapi itu. Mereka yang memegang tanggung jawab penuh terhadap pemeliharaan,” katanya.

Herdi juga menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat melalui budidaya ternak sapi.

“Tahun 2022 kami membeli sepuluh ekor sapi, dan tahun 2023 sembilan ekor lagi. Tapi saya tidak ingat jumlah pasti anggaran yang digunakan,” ujarnya.

BACA JUGA: Helaran, Kesenian Khas Ciamis yang Terus Berkembang di 27 Kecamatan

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah warga mendesak agar dilakukan audit dan pemeriksaan terhadap pengelolaan program ketahanan pangan itu. Mereka berharap pemerintah desa bersikap transparan dan terbuka mengenai penggunaan dana serta kondisi ternak yang menjadi aset desa.

“Program seperti ini seharusnya menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat, bukan malah menimbulkan kecurigaan,” kata Dudin menegaskan.

Kasus dugaan hilangnya lima ekor sapi bantuan ketahanan pangan ini kini menjadi perhatian publik di Kecamatan Pamarican. Masyarakat berharap pihak inspektorat dan dinas terkait dapat turun tangan untuk menelusuri fakta sebenarnya agar kepercayaan warga terhadap program Dana Desa tetap terjaga. (Rizky, Revan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *