Berita Ciamis

MBG Prasmanan di Ponpes Al Hasan Ciamis Siswa Antusias

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana berbeda tampak di lingkungan Pondok Pesantren Al Hasan, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, saat ratusan siswa menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan. Kegiatan tersebut digelar oleh SPPG Asnal Mutholib Cangkring sebagai inovasi penyajian makanan bergizi yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan di lingkungan sekolah.

Konsep prasmanan ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Mereka tampak antusias mengantre dengan tertib untuk mengambil makanan sesuai porsi masing-masing. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang interaksi hangat antara petugas SPPG, para guru, dan para siswa, terutama setelah momentum Idulfitri yang masih terasa.

Kepala SPPG Asnal Mutholib Cangkring, Fauzi Rahmansyah, menjelaskan bahwa konsep prasmanan sengaja diterapkan sebagai bentuk inovasi dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, penyajian makanan dengan cara berbeda dapat memberikan pengalaman positif tanpa mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan.

“Konsep prasmanan ini bukan hanya perubahan teknis penyajian makanan untuk siswa, namun kami juga ingin MBG ini menghadirkan pengalaman yang baik bagi mereka tanpa mengurangi nilai-nilai gizi,” ujar Fauzi. Selasa, (31/3/2026).

Fauzi menuturkan, konsep ini merupakan yang pertama kali diterapkan oleh pihaknya. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan metode serupa akan diterapkan di sekolah lain, selama tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Fauzi menambahkan, inovasi dalam penyajian ini diharapkan dapat membuat siswa lebih menikmati makanan yang disediakan, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan.

“Dengan inovasi penyajian seperti ini, MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, namun mampu menciptakan kebersamaan dan pengalaman yang menyenangkan,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, SPPG menyiapkan beragam menu yang disajikan secara prasmanan, di antaranya ayam kecap, sayur sop, nasi, tahu, kerupuk, sambal, serta aneka lalapan segar. Menu tersebut disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi, mulai dari karbohidrat, protein, hingga serat dan vitamin.

Fauzi menyebutkan, total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di pondok pesantren tersebut mencapai sekitar 338 siswa yang terdiri dari jenjang MTs dan SMA. Ia juga menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan khusus pada siang hari agar makanan tetap segar saat disajikan.

Sementara itu, perwakilan sekolah, Ardi, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh SPPG. Menurutnya, konsep prasmanan memberikan suasana baru dalam penyaluran MBG yang dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa.

BACA JUGA: Pisah Sambut ADM Perhutani Ciamis Jadi Refleksi Kinerja

“Suasana kebersamaan antara SPPG, guru, serta para siswa terlihat begitu hangat, dan ini menjadi salah satu gebrakan luar biasa yang dilakukan oleh pihak SPPG,” ujarnya.

Ardi mengaku sempat memantau langsung reaksi siswa saat mengantre mengambil makanan. Ia melihat para siswa tampak senang dan menikmati menu yang disajikan. Bahkan, beberapa siswa terlihat antusias memilih lauk dan lalapan sesuai selera mereka.

“Menunya bervariasi, dan memang makanan yang disalurkan dari SPPG tersebut selalu terbaik dan belum pernah ada masalah apa pun,” pungkasnya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga bisa menjadi sarana membangun kedekatan emosional di lingkungan sekolah melalui inovasi sederhana yang berdampak besar. (Revan,Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *