Berita Ciamis

Milad Ke-9 Raudhatul Irfan Tegaskan Arah Pesantren Global

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pondok Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis menggelar Tasyakur Milad ke-9 dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan pesantren sekaligus penegasan arah pengembangan pendidikan ke depan.

Pimpinan pesantren menyampaikan bahwa peringatan milad bukan sekadar seremoni, melainkan ajang memperkuat visi pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan para praktisi.

IMG-20260217-WA0014

“Kami meyakini bahwa pesantren tidak bisa berjalan sendiri. Perlu bergandeng tangan dengan para praktisi agar tercipta generasi yang sehat, tangguh, dan kompeten,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula rencana kerja sama Pondok Pesantren Raudhatul Irfan dengan LPK Astra, khususnya dalam program persiapan kerja ke Jepang. Kerja sama ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membuka akses global bagi para santri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Pesantren harus berani membuka jendela dunia, tetapi tetap berpijak pada nilai Al-Qur’an,” ungkap pihak pesantren.

Asep Rahmat, selaku perwakilan LPK Astra, menjelaskan bahwa bahasa merupakan faktor pemersatu yang sangat menentukan dalam keberlangsungan profesi di era global. Ia menilai bahwa penguasaan bahasa menjadi kunci utama dalam membangun daya saing generasi muda.

“Dari dulu sampai sekarang, bahasa adalah faktor paling menentukan. Dengan bahasa, kita bisa melanjutkan keberlangsungan kerja di berbagai profesi,” kata Asep Rahmat.

Asep memaparkan bahwa dengan dukungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan para doktor yang tergabung dalam yayasan, pada Oktober 2020 didirikan LPK Bahasa Jepang. Pemilihan bahasa Jepang bukan tanpa pertimbangan.

“Bahasa Jepang kami pilih karena memiliki tantangan tinggi. Bahasa ini termasuk tiga besar bahasa tersulit di dunia, dan justru di situlah nilai tambahnya,” jelasnya.

Menurut Asep Rahmat, pembelajaran bahasa Jepang di LPK Astra telah berjalan dengan dukungan tiga orang guru (sensei), dua doktor yang aktif, serta sistem pembelajaran offline dan daring. Kurikulum disusun oleh konsultan profesional dan ditunjang sarana prasarana yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa proses belajar benar-benar berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bahwa LPK Astra tengah menyiapkan kerja sama dengan Pemerintah Jepang. Bahkan, direncanakan perwakilan Pemerintah Kota Hokkaido akan berkunjung pada April mendatang.

BACA JUGA: Horizon Tasamuh dari Joglosono, Ngopi Bareng Dandim 0613 Ciamis

“Insyaallah, ini akan menjadi pintu resmi kerja sama internasional yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh para santri,” ujarnya.

Asep Rahmat juga menyinggung kiprahnya selama lebih dari 20 tahun mengelola pendidikan tinggi pelayaran di Cirebon, sebelum akhirnya kembali ke Ciamis untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis Islam.

“Kami ingin membangun pendidikan yang tidak tercerabut dari keyakinan, tetapi juga tidak menutup mata dari digitalisasi dan globalisasi,” katanya. Sabtu, (17/01/2026).

Peringatan Milad ke-9 ini menegaskan komitmen Pondok Pesantren Raudhatul Irfan sebagai pesantren Qurani yang berkarakter kuat dan berwawasan global, sekaligus menjadi ruang strategis bagi lahirnya generasi masa depan yang berakhlak, kompeten, dan siap bersaing di tingkat internasional. (Dena A Kurnia)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *