Oknum Desa Diduga Gelapkan Bansos, Warga Protes
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ratusan warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa pada Senin (30/1/2025). Mereka menuntut pertanggungjawaban oknum perangkat desa yang diduga menggelapkan bantuan sosial (bansos) berupa beras yang seharusnya disalurkan kepada puluhan keluarga penerima manfaat (KPM).
Dalam aksi yang berlangsung damai itu, warga membawa berbagai spanduk dan berulang kali meneriakkan tuntutan mereka. Mereka mendesak agar bansos segera disalurkan dan meminta oknum yang diduga terlibat untuk mengundurkan diri.
“Kami tidak akan tinggal diam. Bansos ini hak warga yang membutuhkan. Kalau tidak segera disalurkan, kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum!” tegas koordinator aksi, Heri Sutana.
Menurut Heri, aksi ini merupakan tindak lanjut dari temuan masyarakat yang mendapati 85 KPM di desa mereka tidak menerima bansos beras selama enam bulan terakhir. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa bantuan tersebut telah disalahgunakan oleh oknum perangkat desa.
“Bagaimana mungkin bansos yang harusnya disalurkan tiba-tiba hilang? Kami menduga ada permainan di sini,” ujar Heri.
Warga mencurigai beras tersebut tidak hanya ditimbun, tetapi juga digunakan untuk kepentingan pribadi. Mereka menganggap kasus ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat kecil yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak becus dalam mengelola bansos.
“Kami sangat kecewa. Bantuan ini seharusnya untuk warga yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk dinikmati oleh mereka yang sudah punya gaji,” kata seorang peserta aksi.
Setelah tekanan dari masyarakat, oknum perangkat desa yang diduga terlibat akhirnya muncul di hadapan warga dan mengakui bahwa bansos beras memang telah digunakan untuk kepentingan pribadinya.
“Ya, saya akui kesalahan ini. Saya akan mengembalikan beras tersebut dan segera menyalurkannya kepada warga yang berhak,” ucapnya di hadapan massa yang berkumpul.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warga. Banyak yang tidak terima dengan pengakuan itu dan meminta agar proses hukum tetap berjalan.
“Pengakuan saja tidak cukup! Kalau tidak ada aksi protes, mungkin bansos itu tidak akan pernah kembali!” teriak salah satu warga.
Sebagian warga tetap menuntut agar oknum tersebut mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. Mereka menilai seorang perangkat desa yang telah terbukti menyelewengkan bantuan tidak layak lagi memegang jabatan di pemerintahan.
Selain meminta pertanggungjawaban dari oknum tersebut, warga juga mendesak pemerintah desa untuk melakukan perbaikan dalam pengelolaan bansos agar kejadian serupa tidak terulang.
Heri menekankan bahwa kasus ini bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menunjukkan lemahnya sistem pengawasan di desa.
“Kami ingin Pemdes Kertahayu berbenah. Pengelolaan bansos harus transparan dan diawasi dengan baik agar tidak ada lagi penyelewengan seperti ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Forkopimda Banjar Pastikan Perayaan Imlek Berjalan Aman
Sejumlah warga dengan tegas meminta agar ada audit terhadap distribusi bansos di desa mereka. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak main-main dengan bantuan untuk masyarakat miskin.
Aksi unjuk rasa ini akhirnya bubar setelah warga mendapatkan kepastian bahwa beras bansos akan segera dikembalikan dan disalurkan. Namun, mereka menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga tuntas.
“Kami tidak akan berhenti sampai semuanya jelas. Jangan sampai ada permainan lagi di belakang layar,” pungkas Heri. (Rizky, Revan/infopriangan.com)
