Berita Ciamis

Oknum Wartawan Diduga Intimidasi Sekolah di Ciamis

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Lakbok, Nanang Heryanto, mengungkapkan keprihatinannya atas dugaan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan media di sejumlah sekolah di Kabupaten Ciamis. Ia menyebutkan bahwa kejadian ini telah menimbulkan keresahan di kalangan kepala sekolah, yang merasa tertekan dengan praktik yang tidak etis tersebut.

Nanang menjelaskan, pihaknya menerima banyak laporan dari kepala sekolah yang mengaku didatangi atau dihubungi oleh oknum tersebut melalui telepon dan pesan WhatsApp. Dengan dalih menjalankan tugas jurnalistik, mereka menanyakan berbagai hal terkait pengelolaan sekolah, termasuk anggaran. Namun, ujung-ujungnya, mereka meminta sejumlah uang.

Menurutnya, ketika sekolah memberikan nominal yang tidak sesuai dengan harapan mereka, oknum tersebut menunjukkan sikap yang tidak etis dan bahkan terkesan mengintimidasi.

“Tindakan ini sangat disayangkan karena mencoreng nama baik dunia jurnalistik. Seharusnya, insan pers bekerja secara profesional dan berpegang pada kode etik, bukan justru melakukan tindakan yang merugikan pihak lain,” kata Nanang saat ditemui di Lakbok. Selasa, (19/02/2025).

Seorang kepala sekolah di Ciamis yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa tertekan dengan kejadian ini. Ia menyebutkan bahwa kedatangan oknum tersebut, baik secara langsung maupun melalui komunikasi daring, bukan untuk menjalankan tugas jurnalistik yang sebenarnya.

“Saat mereka menghubungi, mereka seolah-olah ingin mengonfirmasi berbagai hal terkait anggaran sekolah. Namun, pada akhirnya mereka meminta uang. Jika kami tidak memberi atau jumlahnya tidak sesuai dengan yang mereka inginkan, mereka menunjukkan sikap tidak menyenangkan, bahkan seperti mengancam,” ungkapnya.

Nanang menegaskan bahwa tindakan ini merusak citra jurnalisme yang seharusnya berintegritas dan berpihak pada kebenaran. Menurutnya, pers merupakan pilar demokrasi yang harus bekerja dengan menjunjung tinggi kode etik, bukan malah mencari keuntungan dengan cara yang tidak profesional.

“Marwah dunia jurnalistik harus dijaga. Jangan sampai ulah segelintir oknum membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap media,” tegasnya.

Ia pun mengimbau para kepala sekolah agar tidak takut menghadapi ancaman atau tekanan dari pihak yang mengatasnamakan media. Jika mengalami kejadian serupa, Nanang menyarankan agar sekolah-sekolah segera mendokumentasikan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang atau organisasi pers yang menaungi insan media.

“Kepala sekolah tidak perlu takut menghadapi tekanan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika ada yang datang dengan niat tidak baik, segera dokumentasikan dan laporkan ke pihak terkait. Jangan sampai sekolah menjadi korban dari praktik yang mencederai etika jurnalistik,” ujarnya.

Selain itu, Nanang juga mengajak para jurnalis profesional dan berintegritas untuk turut serta mengawasi serta melaporkan jika ada oknum yang mencoreng citra pers.

“Kami sangat menghargai peran media dalam dunia pendidikan dan pemerintahan. Namun, kami juga berharap agar media benar-benar menjadi mitra yang objektif dan bertanggung jawab. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap pers luntur hanya karena ulah segelintir orang,” tutupnya.

Para kepala sekolah berharap ada tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan praktik tersebut. Mereka menginginkan adanya perlindungan agar sekolah bisa menjalankan tugasnya dengan tenang tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Seorang kepala sekolah lainnya mengatakan bahwa mereka sebenarnya menghormati keberadaan media sebagai mitra dalam menyebarkan informasi. Namun, mereka tidak ingin sekolah menjadi sasaran praktik yang tidak sesuai dengan etika jurnalistik.

BACA JUGA: APKLINDO Jabar Gelar Musprov II, Bahas Peran CS

“Kami tidak ingin ada lagi pihak yang datang mengatasnamakan media, tetapi hanya mencari keuntungan pribadi dengan cara yang tidak profesional. Jika mereka memang menjalankan tugas jurnalistik, seharusnya mereka bekerja secara independen dan berpegang pada kode etik,” katanya.

Sementara itu, pihak berwenang diharapkan bisa turun tangan untuk mengusut praktik ini. Organisasi jurnalis juga didorong untuk mengambil langkah guna menertibkan oknum yang menyalahgunakan profesi demi kepentingan pribadi.

Dengan adanya pernyataan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Ciamis dapat lebih tenang dalam menjalankan tugasnya tanpa adanya gangguan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihak berwenang dan organisasi jurnalis pun diharapkan bisa menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan profesi demi menjaga integritas dunia pers. (Kusmana/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *