Berita Ciamis

Pekerjaan Jalan Sukasari Dihentikan Meski Belum Rampung

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pekerjaan peningkatan jalan Situhiang di Desa Sukasari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, dengan anggaran Rp243.315.600 untuk volume 350 × 2,5 meter, saat ini dihentikan sementara. Proyek yang didanai dari Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2025 tersebut kini terhenti karena adanya usulan dari masyarakat.

Inspektorat Kabupaten Ciamis melalui Irban 1, Deni Wahyu Hidayat, mengonfirmasi penghentian tersebut. Ia menyebutkan bahwa penghentian sementara dilakukan atas permintaan sebagian warga yang ingin fokus pada kegiatan menjelang peringatan HUT ke-80 RI.

“Banyak warga harus menyiapkan kegiatan Agustusan, mulai dari memasang umbul-umbul sampai menghias lingkungan. Maka, pekerjaan fisik untuk sementara dihentikan karena keterbatasan tenaga di lapangan,” kata Deni.

Deni juga menegaskan bahwa penghentian ini bukan pelanggaran asalkan disepakati bersama masyarakat dan dilandasi alasan yang logis serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Melewati 42 hari kerja itu tidak masalah selama ada kesepakatan dan penjelasan yang masuk akal. Ini kan bukan karena mangkir atau penyalahgunaan,” ujarnya. Jumat, (08/08/2025).

Deni juga menjelaskan bahwa sisa anggaran pekerjaan yang belum dilaksanakan masih tersimpan utuh di Kas Desa Sukasari dan belum ada pencairan lanjutan. Pihak Inspektorat, kata dia, akan tetap melakukan pengawasan agar proses administrasi dan teknis sesuai aturan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukasari, Didi, mengatakan bahwa pekerjaan sudah dimulai sejak 16 Juni 2025. Ia memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana, meskipun sempat dihentikan sementara karena kondisi sosial di lapangan.

“Ini hanya jeda sementara. Setelah kegiatan Agustusan selesai, pengerjaan jalan akan dilanjutkan. Tidak ada niat menghentikan permanen,” ujar Didi.

BACA JUGA: Ormas dan LSM Desak Klarifikasi Isu Guru di SMPN 1 Purwadadi

Disi menambahkan, keputusan ini diambil demi menjaga keterlibatan masyarakat yang juga aktif dalam kegiatan desa. Namun demikian, publik berharap agar pengerjaan jalan tidak berlarut-larut.

Penghentian proyek pembangunan, meskipun bersifat sementara, tetap memunculkan pertanyaan publik terkait efisiensi waktu dan pengelolaan anggaran. Pemerintah desa diharapkan lebih sigap menjelaskan dinamika di lapangan agar tidak menimbulkan spekulasi.

Transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi terbuka dengan masyarakat menjadi kunci agar proyek pembangunan tidak kehilangan kepercayaan publik. (Agus/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *