Pelantikan 120 Pejabat Ciamis, Momentum Penguatan ASN
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menutup akhir tahun 2025 dengan langkah penting dalam penataan sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) melalui pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, dan pengukuhan 120 pejabat. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis. Rabu, (31/12/2025).
Agenda tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja birokrasi sekaligus penguatan kapasitas organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala OPD, serta tamu undangan. Kehadiran unsur lintas lembaga ini menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bagian dari proses berkelanjutan dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan efektif.
Dalam sistem birokrasi, pelantikan pejabat dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan, menyesuaikan formasi, serta menempatkan SDM yang dinilai kompeten pada posisi yang tepat. Penempatan yang berbasis kebutuhan organisasi dan rekam jejak kinerja ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan publik dan mendukung program pembangunan daerah.
Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, menjelaskan dalam laporannya bahwa pelantikan ini dilakukan sebagai upaya strategis mengisi kekosongan jabatan dan memenuhi kebutuhan formasi sesuai struktur kelembagaan terbaru.
Ai Rusli juga menegaskan bahwa pengukuhan jabatan dilakukan untuk menyesuaikan nomenklatur beberapa dinas yang mengalami perubahan nama. Perubahan nomenklatur tersebut meliputi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian; Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan; Dinas Ketenagakerjaan; Dinas Perpustakaan dan Arsip; serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Menurut Ai Rusli, perubahan nama dinas bukan sekadar penyesuaian istilah, tetapi juga penegasan fungsi kelembagaan agar lebih fokus pada mandat kerja yang relevan dengan dinamika kebutuhan daerah. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat soliditas internal OPD dan mendorong kolaborasi antardinas.
“Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan sinergitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih profesional,” ujar Ai Rusli Suargi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Herdiat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral dan profesional. ASN yang menerima jabatan baru, menurutnya, harus memahami bahwa posisi tersebut bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Ini adalah amanah yang harus ditindaklanjuti dengan rasa tanggung jawab. Tugas yang diberikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai aturan,” ujar Bupati Herdiat.
Bupati Herdiat juga menekankan bahwa ASN memiliki peran sebagai pelayan publik yang wajib mengutamakan masyarakat. Dalam konsep pelayanan pemerintahan, aparatur tidak boleh menempatkan diri sebagai pihak yang dilayani, tetapi sebagai pihak yang hadir untuk memberi solusi, mempercepat layanan, dan mempermudah urusan warga.
“Jangan sekali-kali minta dilayani oleh masyarakat. Bapak dan Ibu adalah abdi negara yang wajib melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Bupati juga memberi pesan khusus kepada 78 guru fungsional yang mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Ia mengakui bahwa pemerintah daerah belum dapat memberikan tunjangan jabatan kepala sekolah secara ideal karena keterbatasan APBD. Meski demikian, ia meminta para kepala sekolah baru untuk tetap bekerja optimal dan menjadikan keterbatasan sebagai pemicu inovasi, bukan alasan menurunkan kinerja.
Di sisi lain, Bupati Herdiat menyampaikan rasa bangga atas capaian ASN Pemkab Ciamis yang dalam satu malam berhasil meraih 15 Mahkota Binokasih dengan total nilai anggaran hampir Rp25 miliar dan dana program Srigaduga sekitar Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa kinerja kolektif dan kolaborasi lintas tim mampu menghasilkan capaian besar meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.
BACA JUGA: Warga Desak Pemda Tertibkan Jukir Liar Minimarket
“Ini semua berkat kerja keras dan kebersamaan. Prestasi tidak akan tercapai jika berjalan sendiri-sendiri. Organisasi memiliki tujuan yang harus dicapai bersama,” katanya.
Pelantikan akhir tahun ini memberi pesan edukatif bagi publik bahwa penataan jabatan di birokrasi adalah bagian dari ikhtiar memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga keberlanjutan program pembangunan daerah. Masyarakat pun diharapkan memahami bahwa proses ini bertujuan menempatkan SDM terbaik untuk mempercepat manfaat yang dirasakan warga.
Bupati Herdiat menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pejabat baru untuk terus membuktikan kinerja tanpa bergantung pada pengakuan semata. Baginya, penghargaan adalah motivasi, sedangkan kinerja nyata adalah bukti pengabdian.
“Kita tidak perlu mengemis. Buktikan dengan kinerja. Kinerja Bapak dan Ibu telah diapresiasi provinsi. Terus tunjukkan kinerja terbaik,” pungkasnya. (Gani)


