Pembangunan SMP IT Miftahul Huda II Terhambat
infopriangan com. BERITA CIAMIS. Proyek pembangunan SMP IT Miftahul Huda II di Kabupaten Ciamis yang menelan anggaran Rp1,673 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2024, kini tengah menjadi perhatian publik. Pekerjaan yang dipercayakan kepada CV Restu Ibu dengan pengawasan dari CV Mega Utama Karya Nusantara itu seharusnya rampung pada 15 November 2024. Namun, hingga saat ini, proyek tersebut belum juga selesai dikerjakan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan, menegaskan bahwa meskipun proyek mengalami keterlambatan, pihaknya optimis pembangunan akan selesai pada 31 Desember 2024.

Melalui sambungan telepon, Erwan menekankan komitmennya untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana.
“Pekerjaan pasti selesai pada waktunya, kita tunggu hasilnya,” ujar Erwan dengan nada tegas.
Ia juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan sebenarnya bukan pihak yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan proyek, melainkan hanya sebagai penerima hasil pembangunan tersebut. Namun, pihaknya tetap turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik meskipun bukan bagian dari tugas pokok mereka.
“Dinas selalu berada di lapangan walau sebenarnya bukan tugas kami. Tugas kami hanya menerima hasil,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa jika hingga batas waktu yang ditetapkan proyek masih belum selesai, pihaknya siap mengambil langkah tegas. Ia menyebutkan bahwa langkah seperti pemutusan kontrak dan sanksi blacklist kepada pihak pelaksana telah dipersiapkan sebagai bentuk antisipasi.
“Kami hormati dulu kontrak yang ada. Namun, jika tidak selesai, tindakan tegas pasti diambil,” kata Erwan dengan tegas.
Keterlambatan Disebabkan Masalah Keuangan
Sementara itu, Tomas, selaku konsultan pengawas dari CV Mega Utama Karya Nusantara, memberikan penjelasan terkait penyebab keterlambatan proyek. Menurutnya, masalah utama terletak pada keuangan dari pihak pelaksana, CV Restu Ibu, yang tidak lancar.
“Saya sebagai konsultan pengawas sudah melaksanakan tugas dengan baik. Tapi kalau pihak pelaksana keuangannya bermasalah, kita bisa apa?” ujar Tomas dengan nada kecewa.
Meski demikian, Tomas memastikan bahwa pihaknya sudah berupaya mempercepat pekerjaan dengan menambah jumlah pekerja menjadi 22 orang. Ia berharap langkah ini dapat membantu proyek mencapai target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Masyarakat Desak Transparansi dan Pengawasan Ketat
Di sisi lain, perhatian serius datang dari masyarakat Peduli Ciamis. Prima Pribadi, salah satu perwakilan masyarakat, menyoroti transparansi dalam pengelolaan proyek ini. Ia mempertanyakan apakah tahapan peringatan seperti SP1, SP2, dan SP3 sudah dijalankan sesuai prosedur.
“Apakah tahapan SP ini sudah ditempuh? Jika sudah, bisakah kami melihatnya?” tanya Prima dengan kritis. Kamis. (26/12/2024)
Menurutnya, sebagai kuasa pengguna anggaran, Dinas Pendidikan seharusnya bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dana proyek tersebut. Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan pengawasan ketat guna mencegah potensi kerugian negara.
“Saya mohon aparat penegak hukum segera bertindak. Jangan sampai proyek ini menjadi celah bagi penyimpangan anggaran,” tegasnya.
Prima menilai bahwa jika dibiarkan berlarut-larut, proyek ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengecewakan masyarakat yang berharap segera mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
Harapan untuk Penyelesaian Proyek
Proyek pembangunan SMP IT Miftahul Huda II di Kabupaten Ciamis memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Keterlambatan proyek ini tentu berdampak langsung pada para siswa dan masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, pengawasan dari semua pihak pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum menjadi sangat penting. Transparansi dalam setiap tahapan pembangunan juga harus dijaga agar tidak menimbulkan kecurigaan ataupun dugaan penyimpangan anggaran.
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memastikan akan terus memantau perkembangan proyek dan segera mengatasi setiap hambatan yang muncul di lapangan. Erwan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil langkah tegas jika ditemukan adanya kelalaian dari pihak pelaksana.
BACA JUGA: Banjir Sungai Cibalungbang Rendam Sawah Petani
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, optimisme tetap harus dijaga. Semua pihak diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik demi kepentingan bersama.
Masyarakat Ciamis kini menunggu hasil akhir dari proyek ini. Apakah proyek ini akan selesai tepat waktu atau justru menambah daftar panjang proyek mangkrak di Kabupaten Ciamis?. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari pihak pelaksana dan pengawas proyek. (Kusmana/infopriangan.com)
