Pemkab Ciamis Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Cluster Covid-19 di Jawa Barat kembali meningkat, salah satunya di Kabupaten Ciamis. Sebelumnya sudah menunjukan penurunan justru kian hari malah meningkat kembali menjadi zona orange.
Hal tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis evaluasi percepatan penanganan Covid-19 yang di implementasikan melalui rapat koordinasi bersama. Rapat koordinasi dilasanakan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis di Aula Setda Kabupaten Ciamis. Selasa, (06/10/20).
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Wabup Ciamis Yana D. Putra, OPD terkait, tokoh-tokoh agama dan Unsur Forkopimda.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan, sebelumnya sejak awal Satgas Covid-19 sudah dibentuk dari mulai tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Desa.
“Tiga bulan lalu pandemi covid-19 ini sudah melandai, hampir dikatakan sudah zero bahkan hasil dari setiap swab test di bulan Juli dan Agustus sudah menunjukan negatif,” ucapnya.
Herdiat menambahkan awal peningkatan tersebut diperkirakan saat berakhirnya PSBB dan memasuki AKB sehingga hal tersebut memungkinkan perspektif masyarakat menjadi agak bebas dalam beraktifitas saat memasuki AKB.
“Hasil dari pada rapat tersebut disimpulkan langkah yang akan dilakukan yaitu akan lebih di pertegasnya kembali bagi para pelanggar terkait penerapan disiplin protokol kesehatan. Dari mulai satgas tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa,” tegasnya.
Penegasan tersebut bukan mengacu kepada point materi, namun yang diharapkan adalah efek jera, kesadaran. Sehingga menghasilkan kedisiplinan untuk sama-sama memutus bahkan mengakhiri penyebaran Covid-19. Dengan keberhasilan itu akan mengembalikan semua sektor kehidupan pulih kembali seperti biasanya,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Bupati, keberhasilan tersebut tentu memerlukan peranan semua.
“Saya berharap dan meminta bantuan kepada para tokoh agama dalam membantu mensosialisasikan protokol kesehatan,” ungkapnya.
“Harapan saya bantuan dari para tokoh agama. Karena umumnya masyarakat akan lebih patuh kepada para tokoh agama. Sehingga di pandang akan lebih efektif kebanding berbeda dengan kami yang mensosialisasikannya karena banyak nya paradigma yang miring,” katanya.
Sementara, Wakil Bupati, Ciamis Yana D. Putra menegaskan, terlepas apakah Covid-19 itu rekayasa politik, ekonomi atau apapun, inti faktanya Covid-19 itu nyata adanya. Itu yang harus kita sampaikan kepada masyarakat karena fakta korban bahkan kematian akibat Covid-19 itu juga ada. Sampai saat ini faksin nya belum ada,” ujarnya.
“Ya, memang tidak mudah bahkan di media pun banyak sekali nampak masyarakat sudah jenuh dengan pandemi Covid-19 ini. Bahkan bukan hanya masyarakat kami pun juga sebetulnya jenuh,” tuturnya.
“Kita sudah sekitar tujuh bulan melakukan kegiatan-kegiatan kaitan penekanan memutus penyebaran Covid-19. Tadinya sudah menurun namun kini justru malah meningkat. Maka mungkin indikator penyebabnya tiada lain karena masih kurangnya kedisiplinan protokol kesehatan,” imbuhnya.
Bupati Ciamis menuturkan evaluasi akan dilakukan minimal satu minggu sekali, dan swab test acak akan dilakukan sampai mencapai 6000 sample. Bahkan acara ataupun tempat hiburan yang dapat memicu kerumunan akan di berikan ketegasan, karena pihak Pemkab maupun Polri sendiri tidak pernah memberikan perijinan tersebut, tandasnya. (Red/IP)
Sumber : Diskominfo
