Berita Ciamis

Pemkab Ciamis Tegaskan Hak dan Kesetaraan Tuli sebagai HAM

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi hak dan kesetaraan penyandang tuli sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia (HAM). Akses terhadap komunikasi, informasi, pendidikan, pekerjaan, hingga layanan kesehatan ditegaskan sebagai hak dasar setiap warga negara, bukan bentuk belas kasihan atau kepedulian sesaat.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten Daerah (Asda) III Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., saat menghadiri peringatan Hari Tuli Nasional yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Minggu (11/01/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Hak dan Kesetaraan Tuli sebagai Hak Asasi Manusia”.

Dalam sambutannya, Wawan menyampaikan bahwa peringatan Hari Tuli Nasional tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, momentum ini harus menjadi ruang refleksi bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun lingkungan yang inklusif, adil, dan setara bagi penyandang tuli.

“Hari Tuli Nasional adalah momen penting untuk menyadarkan kita semua bahwa saudara-saudara tuli merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, bangsa, dan negara. Mereka memiliki hak, martabat, serta kesempatan yang sama untuk hidup layak, mandiri, dan bermakna,” ujar Wawan.

Wawan menjelaskan, tema yang diangkat dalam peringatan tersebut mengandung pesan yang kuat dan mendalam. Hak atas akses komunikasi dan informasi, pendidikan yang ramah bahasa isyarat, lingkungan yang inklusif, serta kesempatan kerja yang setara merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia tanpa terkecuali.

Wawan juga menyoroti berbagai hambatan yang masih dihadapi penyandang tuli dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hambatan tersebut kerap kali bukan berasal dari kondisi individu, melainkan dari sistem dan lingkungan yang belum sepenuhnya inklusif.

“Ketika informasi sulit diakses, komunikasi terbatas, dan kesempatan belum setara, maka itu bukan kesalahan individu. Justru hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperbaiki sistem dan lingkungan agar lebih ramah terhadap keberagaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.

“Kami percaya daerah akan menjadi kuat apabila seluruh warganya diberi ruang, dihargai, dan diberdayakan sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” tambah Wawan.

Pada kesempatan tersebut, Wawan juga menyampaikan apresiasi kepada Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Kabupaten Ciamis yang dinilai konsisten memperjuangkan kesejahteraan, kesetaraan, dan kemandirian komunitas tuli di daerah.

“GERKATIN telah menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, sekaligus ruang kebersamaan yang sangat berarti. Silaturahmi seperti ini perlu terus dirawat karena dari sinilah lahir semangat saling menguatkan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pelajar Garut Tembus Grand Final Duta Siswa 2026

Menutup sambutannya, Wawan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas, untuk mengubah cara pandang terhadap penyandang tuli.

“Mari kita melihat saudara-saudara tuli bukan dari keterbatasannya, tetapi dari potensi berharga yang mereka miliki. Dengan membuka ruang yang adil dan setara, kita sedang memperkuat nilai kemanusiaan dan pembangunan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Eddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *