Pesilat Cilik Panaragan Harumkan Ciamis di Arisaka
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Dua pesilat muda asal SDN 1 dan SDN 3 Panaragan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Jakarta Arisaka Championship 2025. Prestasi ini menambah daftar raihan Kabupaten Ciamis yang mencatat total 16 medali pada kejuaraan tersebut. Keduanya adalah Nathasya Stevany Rizki, peraih medali emas kelas L putri usia dini 2, dan Aisha Dwi Zhaafirah, peraih medali emas kelas B putri usia dini 2.
Dalam keterangannya setelah menyerahkan medali dan penghargaan kepada dua atlet cilik tersebut, Kepala Desa Panaragan, Herdi, mengungkapkan rasa bangga yang tidak bisa ia sembunyikan. Dengan mata berkaca-kaca ia menyampaikan bahwa keberhasilan dua siswi ini merupakan bukti nyata bahwa potensi anak-anak desa dapat berkembang ketika diberi dukungan yang tepat.
Herdi menegaskan bahwa kedua siswi tersebut bukan hanya menunjukkan kemampuan di arena pertandingan, namun juga menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
“Aisha dan Nathasya ini sangat rajin di sekolahnya. Mereka dikenal sebagai anak yang gigih dalam berlatih. Keberhasilan mereka bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, tetapi hasil dari proses panjang yang mereka jalani dengan serius,” ujarnya. Selasa, (18/11/2025).
Herdi menambahkan bahwa prestasi mereka semestinya menjadi contoh bagi pelajar lain, baik di Desa Panaragan maupun di seluruh Kabupaten Ciamis. Menurutnya, keberhasilan dua pesilat cilik itu bukan hanya milik pribadi, tetapi juga kemenangan bagi sekolah, keluarga, dan komunitas yang terus mendorong mereka untuk berprestasi.
“Semoga keberhasilan Aisha dan Nathasya dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya. Mereka sudah menunjukkan bahwa anak desa juga bisa bersaing di tingkat nasional,” kata Herdi.
Keberhasilan dua atlet cilik ini memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga di kalangan usia dini di Ciamis mulai menunjukkan hasil. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan pemerintah desa, minat dan bakat anak-anak semakin terfasilitasi. Meski demikian, capaian ini juga harus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar lebih memperhatikan pengembangan potensi atlet muda, terutama dari desa-desa yang selama ini sering kali luput dari sorotan.
Prestasi yang diraih Nathasya dan Aisha di ajang nasional ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Ciamis, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi SDN 1 dan SDN 3 Panaragan.
Para guru mengaku sangat bangga karena kerja keras siswi mereka akhirnya membuahkan hasil. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan seni bela diri pencak silat di sekolah dasar mampu menghasilkan atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.
Lebih jauh, kemenangan mereka menunjukkan bahwa potensi atlet muda tidak boleh dipandang sebelah mata. Pencak silat, selain sebagai olahraga, juga merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Dengan munculnya atlet-atlet muda dari desa, nilai tradisi dan olahraga dapat berjalan seiring menuju prestasi yang lebih tinggi.
BACA JUGA: Pemkab Ciamis Perkuat Pemantauan Rutin Kualitas Air Sungai dan Udara
Ajang Jakarta Arisaka Championship 2025 menjadi panggung penting bagi kedua pesilat cilik ini untuk menegaskan kemampuan mereka. Di tengah persaingan ketat antar daerah, Nathasya dan Aisha membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan lingkungan mampu membuka peluang besar bagi masa depan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi pembinaan atlet usia dini di Ciamis. Dengan perhatian dan fasilitas yang lebih baik, bukan mustahil Kabupaten Ciamis akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi lainnya yang mampu mengharumkan daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional. (Dena A Kurnia)
