Petani Gagal Panen Bupati Diminta Turun Tangan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Petani Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat gagal panen. Kegagalan itu diduga karena dampak dari pembuangan limbah yang bersumber dari PDAM Tirta Galuh. Hal itu di ungkapkan salah seorang warga , Warga Dusun Tangkeban, Desa Purwadadi.
Berdasarkan pantauan di lapangan dugaan kegagalan panen itu berasal dari limbah produksi dari PDAM. Selain tumpukan lumpur yang menyebabkan air susah mengalir juga ada tawas dan kaporite masuk ke area pesawahan. Sehingga menyebabkan lahan sawah tercermar.
“Jelas dengan adanya limbah masuk ke saluran irigasi dan menyebar ke area pesawahan otomatis hasil panen padi petani menjadi menurun. Dulu sebelum adanya aliran limbah masuk ke area pesawahan, produksi padi disini cukup melimpah. Namun kini turun drastis,” ungkapnya.
Rosid juga mengatakan, pemberian pupuk biasanya hanya satu sampai dua kali, sekarang bisa dua sampai enam kali. Pertumbuhan padi sangat lambat.
“Jika pihak PDAM menyebutkan sering dilakukan pembersihan material limbah pasti ada bekasnya. Namun kenyataanya silahkan saja liat sendiri, sedimen lumpur tersebut masih menumpuk,” tegasnya.
Rosid juga menjelaskan selain adanya tawas dan kaporit yang mencemari sawah mereka, petani juga sangat mengeluhkan lumpur yang berada di saluran irigasi biuk kiri, karena ketebalan lumpur mencapai 50 Cm.
“Saluran ini merupakan saluran yang berasal dari bendungan Sungai Citanduy, tapi kini air tidak bisa masuk. Jadi terpaksa untuk mengganti air sawah petani menggunakan air limbah. Coba lihat hasilnya seperti ini. Tanah menjadi gersang dan padi pun sulit untuk tumbuh,” ujarnya.
Rosid juga menjelaskan panjang sedimentasi sekitar tiga kilo meter dan pihaknya juga sudah menyarankan agar PDAM membuat saluran sendiri, supaya air langsung ke sungai.
“Mana realisasinya sampai sekarang permintaan petani tidak di gubris. Kami tidak meminta apa-apa. Tidak meminta kompensasi dari pihak PDAM, tapi kami hanya meminta kepada mereka tolong jangan lagi membuang limbah ke irigasi ini lagi,” tegasnya.
Masyarakat Purwadadi berharap Bupati Ciamis agar turun ke lapangan membantu nasib para petani,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dusun Tangkeban, mengatakan pihaknya membenarkan dengan adanya keluhan dari warga nya tersebut, bahkan pihak desa sudah melakukan pertemuan dengan pihak PDAM untuk membahas permasalahan tersebut.
“Jawaban dari pihak PDAM mereka akan mengusahakan, karena pihak PDAM berdalih bahwa selama ini sering melakukan pembersihan saluran. Bahkan para pekerja dari masyarakat sekitar,” ujarnya.
Lanjut Kadus, selama ini memang ada kontribusi dari pihak PDAM yang masuk ke desa sebagai PADes. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui berapa nominal uang yang di berikan mereka.
“Kejadian ini memang sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum saya menjabat menjadi golongan permasalahan ini sudah terjadi Pihak desa sudah menawarkan berupa tanah desa untuk di jadikan jalur pipa untuk pembuangan limbah, namun saat ini belum ada jawaban apapun,” pungkasnya.
Sementara itu Zaenal Kepala PDAM Tirta Galuh Purwadadi mengatakan, pihaknya membenarkan telah membuang limbah produksi tersebut ke saluran irigasi yang ada di sekitar wilayah tersebut dan itu terjadi sudah lama.
“Untuk sekarang kami sudah membangun beberapa bak penampungan sebagai tempat untuk pembuangan limbah tersebut. Jadi tidak mengalirkan lagi ke irigasi, jadi bisa saja sumber lumpur itu bukan dari PDAM saja melainkan dari tempat lain,” jelasnya.
BACA JUGA: Kodim 0611 Garut Adakan Bazar Minyak Murah
Zaenal juga menambahkan pihaknya mengaku sudah memberikan kontribusi yang masuk ke desa setiap enam bulan sekali sebagai uang pemeliharaan atau biaya pengangkatan lumpur yang masuk ke irigasi tersebut.
“Besaran uang yang kami berikan ke desa tersebut tiap enam bulan sebesar Rp. 3.500.000 untuk biaya pemeliharaan atau pengangkatan lumpur dan lebih jelasnya silahkan tanya ke pihak desa,” pungkasnya. (Rizky/IP)
