PGRI Pamarican Beri Penghargaan Guru Purnabakti
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. PGRI Kecamatan Pamarican memberikan penghargaan kepada puluhan guru purnabakti dan guru honorer dalam puncak peringatan HUT Ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 yang berlangsung di GOR KGGP Pamarican, Sabtu 22 November 2025.
Penghargaan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang para pendidik dalam menjalankan tugasnya di berbagai lembaga pendidikan.
Dalam kegiatan itu, panitia menyerahkan cinderamata kepada 46 guru purnabakti dan 50 guru honorer. Panitia menegaskan bahwa pemberian penghargaan tidak hanya bersifat seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa peran guru, baik yang masih aktif maupun sudah purna tugas, telah memberikan dampak besar bagi pendidikan di Pamarican.
Ketua PGRI Cabang Pamarican, Satia Winata, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan kesejahteraan seluruh tenaga pendidik, termasuk guru honorer.
Stia juga menyampaikan bahwa meskipun tidak semua honorer menjadi anggota PGRI, hal itu tidak mengurangi komitmen organisasi dalam mengawal hak-hak mereka.
“Guru honorer tetap bagian dari kami. Hak-hak mereka tetap menjadi tanggung jawab PGRI. Terkait kewajiban anggota seperti iuran, kami memberikan toleransi agar tidak menjadi beban,” ujar Satia dalam sambutannya.
Satia menambahkan bahwa PGRI Pamarican tidak membeda-bedakan guru berdasarkan status kepegawaian maupun lembaga tempat mengajar.
Lanjut Satria prinsip kesetaraan dan solidaritas menjadi fondasi organisasi dalam membangun kekuatan kolektif.
“Kami tidak akan pernah membeda-bedakan guru. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan dan menjalankan visi misi organisasi sesuai AD/ART,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Satia menyampaikan bahwa kerja sama antara PGRI dan instansi pemerintah di Kecamatan Pamarican selama ini berjalan baik. Menurutnya, komunikasi intens terus dilakukan dalam menyikapi berbagai kebijakan pendidikan yang berkembang, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
“Hubungan kami dengan pemerintah kecamatan berjalan baik. Koordinasi dilakukan secara intens, terutama terkait kebijakan pendidikan seperti MBG,” katanya.
Ia menekankan bahwa guru bukan penerima manfaat program tersebut, tetapi berperan sebagai fasilitator yang memastikan peserta didik mendapatkan layanan sesuai ketentuan. Karena itu, menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi penting untuk meminimalkan potensi miskomunikasi di lapangan.
“Guru itu fasilitator, bukan penerima manfaat. Tapi kami mendukung program pemerintah karena siswa yang menjadi penerima manfaat. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan kami jaga agar tidak ada kesalahpahaman,” jelas Satia.
BACA JUGA: Rakerwil RAPI Ciamis Perkuat Organisasi dan Sinergi Pemda
Terkait rangkaian peringatan HUT Ke-80 PGRI di Pamarican, Satia menjelaskan bahwa kegiatan telah dimulai sejak 16 Oktober 2025. Berbagai kerja sama dilakukan dengan instansi terkait dalam momentum peringatan hari besar nasional seperti Hari Kesehatan Nasional, Hari Pahlawan, dan HUT KORPRI. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam isu-isu pendidikan dan sosial.
Puncak acara pada 22 November menjadi momen khusus untuk memberikan penghargaan kepada guru purnabakti dan honorer. Satia menyebut penghargaan itu sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas perjuangan para pendidik yang selama ini menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan.
“Penghargaan ini adalah bentuk terima kasih kami. Guru purnabakti telah mengabdi puluhan tahun, sementara honorer terus berjuang dalam kondisi yang tidak mudah. Mereka semua layak dihormati,” tutupnya. (Kusmana)
