Berita Ciamis

Pj Bupati Ciamis Buka Seminar Nasional Pertanian

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, secara resmi membuka Seminar Nasional dan Training Advokasi serta Jurnalistik Wilayah II (TRAVOWIL) yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Galuh, Ciamis, pada Senin (20/01/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan peserta tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam mengembangkan dan mengadvokasi sektor pertanian yang berkelanjutan. Seminar ini mengusung tema

IMG-20260217-WA0014

“Strengthening the Role of Agricultural Youth for a Sustainable Future”, yang mengajak pemuda untuk lebih aktif berperan dalam memastikan kelangsungan dan kemajuan sektor pertanian di masa depan.

Dalam sambutannya, Budi Waluya mengungkapkan apresiasi terhadap tema seminar yang dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat penting sebagai agen perubahan dan inovator dalam sektor ini. Menurut Budi, sektor pertanian kini menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah menurunnya jumlah pemuda yang terlibat dalam pertanian.

Budi juga mengungkapkan bahwa data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya penurunan signifikan jumlah pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang bekerja di sektor pertanian. Hal ini, katanya, bukan hanya terjadi di tingkat nasional, melainkan juga di Kabupaten Ciamis, yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris di Jawa Barat.

“Regenerasi petani menjadi tantangan besar bagi kita semua. Pemuda sebagai generasi penerus harus lebih aktif dan terlibat dalam sektor ini untuk menciptakan masa depan pertanian yang lebih baik,” ujar Budi dengan tegas.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi masalah ini, Budi menuturkan bahwa di Kabupaten Ciamis telah diterapkan sejumlah inovasi untuk menarik minat pemuda terhadap pertanian. Salah satunya adalah program yang mengajarkan pertanian kepada anak-anak sejak usia dini, seperti yang telah dilakukan di Kecamatan Rancah.

Selain itu, Budi juga menyebutkan bahwa di Kabupaten Ciamis telah dibentuk Paguyuban Petani Milenial, yang bertujuan untuk memperkuat jaringan antara petani muda di berbagai sektor, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, hingga peternakan.

Paguyuban ini menjadi wadah bagi pemuda untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas, serta mempermudah akses informasi dan teknologi pertanian.

“Kita semua harus mendukung pemuda untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menerapkan teknologi serta metode pertanian yang lebih efisien, agar produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar global,” tambahnya.

Budi berharap seminar ini bukan hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga dapat memotivasi pemuda untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Mari kita bersama-sama menjawab tantangan di sektor pertanian dengan melibatkan lebih banyak petani muda dan memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Ciamis,” ujar Budi.

Di sisi lain, Wakil Rektor I Universitas Galuh Ciamis, Agus Yuniawan Isyanto, menyoroti masalah regenerasi petani yang tidak hanya menjadi persoalan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara maju di Eropa, Asia, dan Amerika. Menurutnya, regenerasi petani yang semakin menurun berdampak langsung terhadap keberlanjutan sektor pertanian.

“Masalah regenerasi petani ini sudah menjadi tantangan global, yang juga dialami oleh negara-negara maju. Tanpa adanya regenerasi yang baik, sektor pertanian akan semakin terpinggirkan dan tidak dapat berkembang secara maksimal,” kata Agus.

BACA JUGA: Polres Banjar Amankan Puluhan Remaja Bermotor

Agus juga menekankan fenomena penuaan petani yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data sensus pertanian tahun 2023, jumlah petani berusia tua terus meningkat, sementara jumlah petani milenial yang terjun ke sektor pertanian semakin menurun.

“Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian semakin kehilangan daya tarik bagi generasi muda. Jika masalah ini tidak segera diatasi, kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian akan semakin menurun,” jelas Agus.

Seminar ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya gerakan yang lebih besar dalam mendorong pemuda untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian, dengan harapan sektor pertanian dapat terus berkembang dan mendukung perekonomian daerah maupun nasional di masa depan. (Eddy/infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan