Prodi Biologi Galuh Dorong Arah Baru Berbasis Alam
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Galuh mengambil momentum penting dalam Kuliah Umum FKIP yang digelar dengan mengusung tema “Merawat Indonesia: Harmoni antara Alam, Budaya, dan Pendidikan.” Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang strategis bagi Prodi Biologi untuk menyampaikan arah baru pengembangan keilmuan yang dinilai lebih relevan dengan tantangan zaman.
Kuliah umum dibuka oleh Dekan FKIP, Dr. Asep Amam, M.Pd., yang menegaskan bahwa dunia pendidikan membutuhkan inovasi yang berpijak pada realitas sosial dan lingkungan.
Asep menyampaikan bahwa kampus harus menjadi motor penggerak perubahan, bukan hanya pengajar pengetahuan. Sementara Ketua Panitia, Dr. Rizka Andhika Putra, M.M., menyebut kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu gagasan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa agar mampu membaca persoalan Indonesia secara lebih jernih.
Dua narasumber utama dihadirkan. Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si., memaparkan pentingnya pembelajaran yang berakar pada kearifan lokal. Ia menyampaikan bahwa pendidikan yang mengabaikan budaya dan kearifan daerah akan kehilangan akar dan relevansi.
“Kita harus mulai mengembalikan karakter pendidikan Indonesia agar tidak tercerabut dari nilai-nilai lokal,” ujarnya di hadapan peserta kuliah umum. Rabu, (03/12/2025).
Narasumber kedua, Dr. Willie Smits, seorang pakar konservasi, mengungkapkan potensi besar tanaman aren sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan dan energi. Ia menilai bahwa tanaman aren selama ini dipandang sebelah mata, padahal memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang signifikan. Smits menjelaskan bahwa berbicara ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari keberlanjutan lingkungan.
“Kalau kita terus merusak hutan, kita sedang merusak cadangan energi dan pangan kita sendiri,” tegasnya.
Di tengah forum ilmiah tersebut, Ketua Prodi Pendidikan Biologi, Dr. Lia Yulisma, memanfaatkan kesempatan untuk menyosialisasikan visi keilmuan terbaru yang akan menjadi arah pengembangan Prodi Biologi ke depan. Ia menyampaikan bahwa visi baru tersebut berfokus pada pendidikan biologi berbasis konservasi dan kewirausahaan dengan pendekatan bioekopedagogik serta penguatan nilai-nilai kagaluhan.
“Visi baru ini menegaskan komitmen Prodi Biologi dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan isu lingkungan, potensi lokal, serta kebutuhan inovasi di era modern,” kata Lia.
Lia juga mengatakan, pembelajaran biologi masa kini tidak cukup hanya berbicara teori laboratorium, tetapi harus menyentuh aspek ekologis, sosial, dan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pendekatan konservasi dan bioekopedagogik dinilai sangat relevan dengan kondisi bencana ekologis yang terjadi di berbagai daerah Indonesia akhir-akhir ini.
Lanjut Lia, mahasiswa perlu dibekali kemampuan membaca fenomena lingkungan serta kecakapan menciptakan solusi kreatif yang berbasis keilmuan. Ia menegaskan bahwa lulusan biologi harus mampu menjadi agen perubahan, bukan hanya pencari kerja.
BACA JUGA: BUMDesma Buana Kawasen Disebut Tidak Sehat dan Macet 38 Persen
“Melalui agenda ilmiah ini, Prodi Pendidikan Biologi ingin menegaskan dukungan penuhnya terhadap program-program FKIP, sekaligus memperkuat perannya dalam membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.
Kegiatan kuliah umum tersebut menjadi ruang refleksi bahwa tantangan lingkungan, perubahan budaya, dan tuntutan inovasi pendidikan harus dijawab melalui kerja akademik yang serius.
Prodi Biologi Universitas Galuh menempatkan dirinya sebagai bagian dari upaya itu menawarkan visi baru yang lebih progresif, kontekstual, dan berdampak pada masyarakat luas. Dengan langkah ini, FKIP Universitas Galuh semakin menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga merawat masa depan Indonesia. (Dena A Kurnia)
