Puluhan Rumah Terdampak Banjir
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga di Dusun Cangkring, RT 04, RW 01, Desa Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengaku selalu was-was jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Seperti yang terjadi saat ini, sebanyak 40 rumah milik warga di daerah tersebut terkena banjir.
Disamping diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi, banjir juga diakibatkan meluapnya sungai Cikawasen serta tersumbatnya saluran irigisi yang mengalir di saluran air PJKA.
Menurut penuturan warga sekitar Muhammad Taufik mengatakan, sejak sore hari wilayah Kecamatan Banjarsari di guyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Hal ini juga berdampak pada daerah tersebut sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
“Saat ini warga selalu memiliki perasaan was-was jika hujan lebat, terbukti tadi wilayah disini terkena banjir setinggi mata kaki, dan hampir masuk ke rumah warga,” jelasnya.
Lanjut Taufik, mengatakan saat ini warga sekitar mengharapkan adanya penyedotan pada saluran air milik PJKA. Hal itu dikarenakan selama ini titik permasalahan penyebab banjir yaitu tersumbatnya saluran tersebut sehingga meluap ke pemukiman milik warga.
“Memang seharusnya ada penyodetan di sekitar saluran air milik PJKA ini, karena jika tidak daerah kami akan selalu menjadi langganan banjir setiap hujan lebat seperti sekarang,” ungkapnya.
Pada tahun 2016, daerah tersebut sempat mengalami banjir hingga ketinggian lebih dari satu meter. “Hal itu membuat kami mempunyai trauma tersendiri apabila terjadi banjir seperti sekarang, namun alhamdulillah saat ini banjir sudah mulai surut,” tambahnya.
BACA JUGA: Sebuah Rumah Rusak Tersambar Petir
Taufik juga mengatakan, saat ini dirinya beserta warga lain berencana melakukan jaga malam untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Karena sampai saat ini di wilayah tersebut masih diguyur hujan meski dengan intensitas ringan.
“Sebenarnya bukan malam ini saja warga selalu berjaga setiap terjadi hujan lebat apalagi dengan durasi waktu cukup lama. Namun mudah-mudahan hujan tidak sampai terjadi lagi,” pungkasnya. (Rizky/IP)
