Purna Bakti Jadi Awal Baru Pengabdian Rayu ASN
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Rayu, salah seorang ASN purna bakti dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang terakhir menjabat sebagai Kepala SDN 4 Bojongmenger, Kecamatan Cijeungjing, menyampaikan pandangan reflektif mengenai makna pengabdian setelah memasuki masa pensiun.
Rayu mengatakan purna tugas bukanlah titik akhir dalam kontribusi terhadap pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, tanggung jawab moral seorang pendidik tidak berhenti hanya karena status kepegawaiannya telah usai.
Dalam acara penyerahan penghargaan purnabakti, Rayu mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis atas bentuk perhatian yang diberikan kepada para ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Rayu juga mengatakan bahwa perhatian tersebut bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga wujud pengakuan atas kerja keras para abdi negara di berbagai sektor pelayanan publik.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis yang telah memberikan perhatian kepada kami,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh makna.
Rayu menilai perhatian tersebut merupakan dorongan moral bagi para purna bakti untuk tetap terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Rayu juga menuturkan bahwa banyak purna bakti di sektor pendidikan yang masih aktif di lingkungan masing-masing, baik sebagai pembina, penasehat, maupun relawan dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman panjang dalam dunia pendidikan menjadi modal penting untuk tetap berkontribusi meski tidak lagi berada dalam struktur birokrasi. “Pengabdian itu tidak selesai hanya karena pensiun. Kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat,” katanya.
Meskipun mengapresiasi langkah pemerintah, Rayu berharap tata kelola program penghargaan dan perhatian terhadap purna bakti bisa terus ditingkatkan.
Lanjut Rayu masih terdapat ruang perbaikan, terutama dalam hal transparansi, kepastian waktu penyaluran, serta perluasan manfaat program. Dengan bahasa yang hati-hati namun tetap kritis, ia menyampaikan harapannya agar proses pengelolaan semakin baik dan berdampak nyata.
“Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah. Ke depannya mudah-mudahan pengelolaannya lebih baik dan lebih besar,” ucapnya. Rabu, (03/12/2025).
Rayu juga mencermati bahwa peran pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya menjaga motivasi ASN yang masih aktif. Ia menilai, ketika pemerintah memberikan penghormatan yang layak kepada para purna bakti, maka hal itu akan menjadi pesan moral bagi ASN generasi berikutnya bahwa pengabdian mereka diapresiasi dan tidak diabaikan.
Menurutnya, penghargaan seperti uang kadeudeuh dan bentuk perhatian lainnya perlu dilihat sebagai bagian dari budaya birokrasi yang sehat.
Selain itu, Rayu mengingatkan bahwa para purna bakti khususnya yang berasal dari sektor pendidikan masih memiliki jejaring kuat dengan masyarakat dan lingkungan sekolah.
Rayu berharap pemerintah daerah bisa mengoptimalkan keberadaan mereka sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak purna bakti, kata Rayu, yang masih sangat kompeten, berpengalaman, dan bersedia menjadi narasumber atau pendamping bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan dalam manajemen, kurikulum, atau penguatan karakter peserta didik.
BACA JUGA: Bupati Ciamis Serahkan Uang Kadeudeuh dan Uang Duka Tahun 2025
Pada akhir pernyataannya, Rayu kembali menegaskan sikap optimistis bahwa masa purna tugas adalah fase baru, bukan akhir. Baginya, penghargaan pemerintah adalah bentuk penghormatan, tetapi kontribusi yang berkelanjutan dari para purna bakti adalah wujud cinta kepada daerah.
Dengan pandangan yang terbuka dan kritis, Rayu menutup pesannya bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang tidak berhenti oleh masa jabatan.
“Yang penting kita tetap bermanfaat. Purna tugas bukan alasan untuk berhenti berbuat baik,” pungkasnya. (Dena A Kurnia)
