Rasa Katineung Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Rumah Produksi Rasa Katineung yang berlokasi di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, terus menunjukkan geliat perkembangan usaha melalui inovasi produk olahan pangan berbasis potensi lokal. Upaya ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menyampaikan bahwa perkembangan yang telah dicapai tidak lepas dari kerja keras pelaku usaha desa yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Namun demikian, Carikin menegaskan bahwa semangat dan tekad saja tidak cukup tanpa dukungan yang konkret dan berkelanjutan dari para pemangku kebijakan.
“Pelaku usaha di desa sudah berupaya maksimal, tetapi untuk melangkah lebih jauh dibutuhkan dukungan nyata dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah,” ujar Carikin.
Carikin juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis, khususnya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), memiliki peran strategis dalam memperkuat usaha kecil dan menengah di desa. Menurutnya, keberpihakan pemerintah tidak cukup hanya diwujudkan dalam wacana atau program seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk fasilitasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha.
“Kami berharap Disperindag Kabupaten Ciamis dapat hadir secara konkret, bukan hanya sebatas pendampingan administratif, tetapi juga dukungan sarana produksi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Carikin mengungkapkan bahwa Rumah Produksi Rasa Katineung saat ini menghadapi keterbatasan peralatan yang berdampak langsung pada kapasitas dan efisiensi produksi. Kondisi ini, menurutnya, menjadi hambatan serius di tengah meningkatnya permintaan pasar terhadap produk olahan pangan lokal.
“Permintaan terus meningkat, tetapi kemampuan produksi kami masih terbatas karena alat yang digunakan belum memadai,” katanya.
Carikin menambahkan bahwa terdapat dua jenis alat produksi yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pengembangan usaha tersebut, yaitu spinner berkecepatan tinggi dan pricer berukuran besar. Kedua alat ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus mempercepat proses produksi.
“Spinner berkecepatan tinggi dibutuhkan untuk menjaga kualitas hasil olahan, sementara pricer besar diperlukan agar volume produksi bisa ditingkatkan secara signifikan,” jelas Carikin. Selasa, (20/01/2026).
Menurutnya, tanpa dukungan peralatan yang memadai, pelaku usaha desa akan sulit bersaing dengan produk dari luar daerah yang telah didukung teknologi lebih maju. Hal ini berpotensi melemahkan semangat pelaku UMKM desa yang selama ini telah berjuang secara mandiri.
“Jika desa terus didorong untuk mandiri, maka pemerintah juga harus memastikan alat pendukungnya tersedia,” ujarnya dengan nada tegas.
BACA JUGA: Rasa Katineung Perkuat UMKM Wisata Bangunharja
Carikin menilai bahwa penguatan rumah produksi desa bukan hanya soal kepentingan ekonomi semata, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam menekan urbanisasi dan menciptakan lapangan kerja di desa. Ia mengingatkan bahwa desa tidak boleh hanya dijadikan objek program, melainkan harus diposisikan sebagai subjek pembangunan.
“Desa punya potensi besar, tetapi potensi itu tidak akan berkembang jika tidak diberi ruang dan dukungan yang serius,” pungkasnya. (Satrio)
