Refleksi Nilai Religius di Hari Jadi Ciamis ke-383
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Memasuki usia ke-383 tahun, Kabupaten Ciamis tidak hanya menapaki perjalanan sejarah yang panjang, tetapi juga mengokohkan identitasnya sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan budaya lokal.
Dalam momentum ini, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, mengajak masyarakat untuk merenungkan makna mendalam di balik angka 383 yang bukan sekadar hitungan usia.
Menariknya, menurut KH. Fadlil, angka 383 juga ditemukan dalam dua hadits penting dalam Islam, yakni dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yang masing-masing bernomor 383. Kedua hadits ini, menurutnya, mengandung pesan moral yang sangat relevan untuk menjadi inspirasi pembangunan karakter dan spiritual masyarakat Ciamis.
“Hadits Bukhari nomor 383 mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga salat, di mana pun kita berada. Ini adalah simbol kesetiaan dan ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT, sekaligus cermin komitmen spiritual dalam keseharian,” ujar KH. Fadlil dalam keterangannya, Kamis (12/06/2025).
Fadil menambahkan, menjaga salat adalah bentuk tanggung jawab personal yang berdampak sosial. Seorang yang disiplin dalam salat, kata dia, biasanya juga disiplin dalam bekerja, bertanggung jawab dalam bermasyarakat, dan memiliki integritas tinggi.
Lebih lanjut, KH. Fadlil menguraikan bahwa Hadits Muslim nomor 383 berbicara tentang pentingnya menyucikan diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum menghadap Allah. Pesan ini, katanya, sangat relevan dengan upaya pembangunan daerah yang bersih dari niat buruk dan tindakan yang menyimpang.
“Kita diajak untuk memperbaiki niat, membersihkan hati, dan menata kembali arah pembangunan agar senantiasa berlandaskan nilai keimanan dan etika,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya dilihat dari aspek fisik seperti infrastruktur dan ekonomi. Nilai spiritual dan moral masyarakat justru menjadi pondasi utama agar kemajuan yang dicapai bisa berkelanjutan dan adil bagi semua lapisan.
KH. Fadlil juga mengingatkan bahwa kemajuan tanpa nilai akan melahirkan ketimpangan dan kekeringan batin. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menyeimbangkan antara pembangunan jasmani dan rohani.
Di samping itu, KH. Fadlil juga menyerukan pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang wakaf. Baginya, wakaf bukan hanya soal membangun masjid atau pesantren, tetapi juga tentang transformasi karakter masyarakat.
“Wakaf itu latihan untuk ikhlas, jujur, disiplin, dan peduli. Ini bukan hanya ibadah, tapi juga sarana membentuk masyarakat yang saling tolong-menolong,” katanya.
Beberapa nilai yang terkandung dalam wakaf, lanjutnya, meliputi penyucian harta, pembiasaan sikap filantropis, pemberian solusi untuk kebutuhan publik, pengelolaan amanah secara profesional, serta perlindungan dari berbagai musibah.
KH. Fadlil menilai bahwa Ciamis memiliki potensi besar dalam gerakan wakaf, baik dari segi sumber daya manusia maupun tradisi religius yang sudah lama mengakar. Ia berharap wakaf tidak lagi dianggap sebagai urusan orang tua atau kalangan tertentu saja, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.
Menutup pesannya, KH. Fadlil mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-383 ini sebagai momentum introspeksi bersama.
BACA JUGA: Hari Jadi Ciamis, Momen Refleksi dan Pelestarian
“Ciamis bukan hanya tua, tapi juga harus matang. Kita harus mampu membaca masa lalu sebagai pelajaran, dan menyusun masa depan dengan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Ia menyampaikan harapan agar semangat keislaman dan ke-Ciamisan tetap menjadi identitas utama dalam setiap langkah pembangunan.
“Selamat Hari Jadi ke-383 Kabupaten Ciamis. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, perlindungan, dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (Gani, infopriangan.com)
