Berita Ciamis

Samsu Klarifikasi Ucapan di Grup WA yang Picu Kegaduhan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Panawangan, Samsu, akhirnya angkat bicara terkait pernyataannya di grup WhatsApp yang sempat menimbulkan kegaduhan. Pesan yang ia tulis di grup WA kepala sekolah, “Tidak apa-apa naik berita, paling dipanggil dinas. Biar saya yang menghadapi. Ibu kepala tidak usah takut,” dianggap meremehkan aturan yang berlaku.

Samsu menegaskan bahwa ucapannya itu tidak bermaksud melecehkan surat edaran maupun kepala dinas. Ia mengaku pernyataan tersebut hanyalah spontanitas dalam diskusi di grup WhatsApp tanpa niat untuk meremehkan pihak mana pun.

“Saya tidak bermaksud meremehkan surat edaran, kepala dinas, apalagi Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Itu hanya ucapan spontan di grup WA para kepala sekolah,” ujarnya dengan nada penuh penyesalan.

Menanggapi reaksi publik yang muncul, Samsu juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu dengan ucapannya. Ia mengakui bahwa seharusnya lebih berhati-hati dalam berkomentar, terutama dalam forum yang melibatkan banyak pihak.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak terkait ucapan saya. Itu hanya banyolan saya di grup WA. Sekali lagi, saya minta maaf,” katanya.

Selain mengklarifikasi ucapannya, Samsu juga menanggapi dugaan adanya penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di sejumlah sekolah dasar di wilayahnya. Ia memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi agar praktik tersebut tidak terulang di kemudian hari.

“Kami akan mengevaluasi dan memastikan ke depan tidak ada lagi hal seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah pihak meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis lebih aktif mengawasi praktik yang terjadi di sekolah-sekolah, terutama terkait kebijakan yang menyangkut siswa dan orang tua. Pasalnya, dugaan penjualan LKS di sekolah masih menjadi isu yang kerap mencuat setiap tahun.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa praktik penjualan LKS di sekolah memang bukan hal baru. Menurutnya, beberapa orang tua merasa keberatan karena seharusnya siswa tidak diwajibkan membeli LKS di sekolah, tetapi pada kenyataannya mereka tetap diarahkan untuk membeli.

“Kalau tidak beli, anak kami takut ketinggalan pelajaran. Ini yang membuat kami tidak punya pilihan,” ujarnya.

BACA JUGA: 500 Hektare Sawah di Pangandaran Terendam Air Laut

Dugaan tersebut sejalan dengan laporan yang beredar di masyarakat bahwa ada kepala sekolah yang diduga terlibat dalam praktik penjualan LKS. Meski demikian, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk memastikan hal ini tidak kembali terjadi.

Pernyataan Samsu yang berjanji akan mengevaluasi persoalan ini menjadi sorotan. Banyak pihak menunggu langkah konkret dari K3S Panawangan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dalam menangani masalah ini.

Publik berharap permintaan maaf Samsu tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan juga diikuti dengan tindakan nyata untuk memperbaiki sistem pendidikan di wilayahnya. (Agus/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *