Sorgum Tanaman Serbaguna Pengganti Beras
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sorgum adalah tanaman serbaguna sebagai bahan pangan pengganti beras. Selain itu, sorgum bisa diolah dijadikan tepung untuk berbagai macam produk makanan olahan.
Menurut Camat Cidolog, H. Otong Bustomi, sorgum sebagai tanaman serbaguna karena, batang pohonnya dapat menghasilkan gula/madu sorgum dan daunnya bisa untuk pakan ternak. Rabu, (06/01/21).
“Cara penanaman dan perawatannya relatif mudah. Sorgum, memiliki keunggulan dapat tumbuh diberbagai tempat di dataran tinggi hingga dataran rendah,” ucapnya.

Camat Cidolog
Otong juga mengatakan, tanaman ini bisa tumbuh pada iklim basah hingga iklim kering dengan produktifitas cukup tinggi.
“Satu tahun dapat dipanen tiga kali dalam satu kali tanam. Serta lebih bagus ditanam diawal musim kemarau,” paparnya.
Masih menurut Otong, Ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
H Otong Bustomi, dalam penanaman sorgum gandeng Asosiasi Petani Sorgum.
“Ini masih dalam uji coba penanaman, dengan pola kemitraan, dengan luas satu hektar. Berlokasi di Dusun Karangtingal, Desa Janggala,” jelasnya.
Otong juga menjelaskan bahwa tanaman ini dikelola oleh Kelompok Darmacaang. Sedangkan, pihak asosiasi bertindak sebagai pendamping, penyedia benih dan pupuk sekaligus sebagai penjamin pasar. “Tentunya, dengan membeli hasil produksi baik produk utama (Biji sorgum) maupun, produk sampingan (Batang pohon sorgum) sesuai MOU dan saat ini memasuki masa panen,” ujarnya.
“Ini adalah panen perdana, salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan lahan tidur (kurang produktif) di Kecamatan Cidolog,” kata Otong.
Otong juga menjelaskan bahwa tanaman sorgum memiliki keunggulan tumbuh dimusim kering. “Kalau mau tanan dianjurkan penanaman diawal musim kemarau.
“Untuk target tanam berikutnya minimal seluas lima hektar yang akan di kelola oleh Kelompok Tani Darmacaang. Selebihnya, diharapkan oleh kelompok lain. Termasuk, petani perorangan,” jelasnya.
H Otong juga berharap kedepan Kecanatan Cidolog sebagai sentra penghasil sorgum di Kabupaten Ciamis.
“Saya berharap kedepan bisa memiliki peralatan untuk mengolah sirgum menjadi gula atau madu sorgum dan menjadi oleh oleh khas Cidolog,” pungkasnya.
Ketua Kelompok Tani Darmacaang, Sa’ir mengucapan terimakasih kepada Pemerintah Kecamatan Cidolog, BPP Cidolog dan Asosiasi yang telah memfasilitasi.
“Atas bimbingan teknis sejak penanaman, pemeliharaan hingga penanganan pasca panen selama kurang lebih 100 hari,” katanya.
Sa’ir juga mengatakan bahwa Kelompok Darmacaang siap memperluas tanam menjadi 5 Ha.

Sementara BPP Cidolog yang melalui PPL WKPP Janggala, Novi Ariyanti mengatakan, untuk tanam perdana sorgum di Kecamatan Cidolog oleh Kelompok Darmacaang dinilai cukup berhasil.
“Kami selalu siap memfasilitasi, melakukan bimbingan teknis penanaman sorgum. Termasuk, rencana peluasan tanam untuk musim tanam berikutnya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis. Sehingga, kedepan Kecamatan Cidolog, lebih dikenal sebagai sentra penghasil sorgum,” ungkapnya.
Pihak Asosiasi mengungkapkan, pihaknya merasa cukup puas dengan hasil panen sorgum yang dikelola mitranya Kelompok Tani Darmacaang dibanding di lokasi lain. Pihak asosiasi saat ini, melaksanakan pendampingan di 3 Kecamatan yaitu Ciamis, Cidolog dan Lakbok
Target luas tanam berikutnya, sekitar awal Maret 2021 seluas lima hektar untuk Kelompok Darmacaang. Namun, varietasnya tetap menggunakan Biguma 3 karena memiliki keunggulan biji lebih besar. Serta, batangnya pun banyak dan bisa menghasilkan gula madu sorgum.
Pihaknya, telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, untuk menjadikan sorgum sebagai Icon Kabupaten Ciamis.
Camat Cidolog berharap, kedepannya BUMDES bisa ambil peran dalam pengembangan sorgum di Kecamatan Cidolog, dalam rangka pemanfaatan lahan tidur milik Desa yang belum dikelola secara optimal. (Dena A Kurnia/IP)
