Berita Ciamis

Tanah Longsor Ganggu Jalur KA Ciamis-Manonjaya

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Tanah longsor yang terjadi di jalur kereta api Ciamis-Manonjaya pada Jumat (28/3) pukul 15.50 WIB mengakibatkan gangguan operasional perjalanan kereta. Kejadian ini berlokasi di Dusun Cikadu, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, tepatnya pada koordinat 7°20’32.5″ S, 108°19’03.0″ E.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari yang mengakibatkan tanah di bawah rel kereta api turun sehingga jalur tidak bisa dilalui. Akibatnya, perjalanan KA Pangandaran (KA 128) yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung terpaksa dihentikan di Stasiun Manonjaya. Sementara itu, KA Serayu (KA 284) yang menuju Jakarta juga tertahan di Stasiun Tasikmalaya. Penumpang yang terdampak, terutama dari KA Pangandaran, dialihkan menggunakan bus agar tetap bisa melanjutkan perjalanan mereka ke tujuan akhir.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi, menyatakan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk menangani situasi ini.

“Kami sudah mengirimkan tim untuk mengecek dan melakukan perbaikan jalur yang tertutup longsor. Saat ini proses pembersihan material sedang berlangsung,” ujarnya.

Ayep juga menambahkan bahwa PT KAI berupaya melakukan perbaikan secepat mungkin agar jalur bisa kembali digunakan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan jalur tersebut dapat dibuka kembali untuk operasional kereta api.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim teknis. Keselamatan perjalanan adalah prioritas utama kami,” katanya.

Salah satu penumpang KA Pangandaran, Rini (35), mengungkapkan bahwa perjalanan mereka sempat tertunda cukup lama sebelum akhirnya dipindahkan ke moda transportasi lain.

“Tadi sempat menunggu hampir satu jam di dalam kereta sebelum ada pengumuman bahwa kami harus melanjutkan perjalanan dengan bus. Untungnya pihak KAI cepat memberikan solusi, jadi kami tidak terlalu lama tertahan,” katanya.

Pihak PT KAI juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar jalur kereta api, untuk lebih waspada terhadap potensi longsor, terutama saat musim hujan. Kejadian seperti ini bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di daerah dengan kontur tanah yang labil.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda longsor di sekitar jalur rel agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambah Ayep.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah berkoordinasi dengan PT KAI dalam upaya penanganan bencana ini. Kepala BPBD, Dede Sudrajat, mengungkapkan bahwa daerah Manonjaya memang rawan longsor, terutama setelah curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Kami sudah mengidentifikasi beberapa titik rawan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pembersihan material longsor masih berlangsung dengan melibatkan alat berat dan tenaga manual dari petugas PT KAI. Selain membersihkan jalur, tim juga melakukan pengecekan kondisi rel untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta.

PT KAI mengimbau para penumpang yang telah memiliki tiket untuk tetap memantau informasi terbaru melalui saluran resmi mereka. Jika terjadi perubahan jadwal atau pengalihan perjalanan, penumpang akan mendapatkan pemberitahuan langsung dari pihak KAI.

“Kami berusaha memberikan layanan terbaik meskipun ada kendala seperti ini. Mohon kesabaran dari para penumpang,” kata Ayep.

BACA JUGA : Arus Mudik di Ciamis Capai 62 Ribu Kendaraan Lalu Lintas Padat

Meskipun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, gangguan perjalanan tetap menjadi perhatian serius bagi PT KAI. Keamanan dan kenyamanan penumpang selalu menjadi prioritas utama, sehingga setiap insiden yang terjadi akan ditangani dengan cepat dan maksimal.

Peristiwa tanah longsor di jalur KA Ciamis-Manonjaya ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa terjadi kapan saja, terutama saat musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di sekitar mereka. (Rini/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *