Berita Ciamis

Tokoh Agama dan Pemkab Ciamis Bersatu Cegah Kekerasan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Tokoh agama dan pemerintah di Kabupaten Ciamis sepakat bersatu untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual yang kian marak menimpa perempuan dan anak. Kesepakatan itu terbangun dalam acara silaturahmi yang digelar di Islamic Center Ciamis pada Rabu, 20 Agustus, bertepatan dengan Tasyakur HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.

Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat tersebut berlangsung khidmat. Namun di balik suasana khusyuk itu, para tokoh menegaskan bahwa diskusi ini bukan hanya seremonial. Ada masalah serius yang perlu segera diatasi, yaitu meningkatnya kasus kekerasan terhadap kelompok rentan.

IMG-20260217-WA0014

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Kang Icep, menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan bahwa masalah kekerasan dan pelecehan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, harus mengambil peran aktif. Rabu, (20/08/2025).

“Anak-anak jangan hanya disalahkan ketika berbuat salah. Orang tua harus hadir sebagai pendidik sekaligus mitra dalam membimbing. Pendidikan agama yang kuat dan kasih sayang keluarga adalah kunci utama,” ungkapnya dengan nada tegas.

Dari forum tersebut, sejumlah langkah bersama mulai dirumuskan. Para tokoh menyepakati pentingnya penguatan pendidikan agama di sekolah umum dengan menambah jam pelajaran, serta menghidupkan kembali kegiatan anak di masjid yang dipandu Dewan Kemakmuran Masjid. Mereka juga menekankan perlunya pola asuh penuh kasih sayang dalam keluarga, membangun kedekatan emosional melalui dialog terbuka antara orang tua dan anak, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif. Selain itu, para orang tua diingatkan untuk menanamkan pemahaman halal dan haram sejak dini, menjaga agar anak tidak meninggalkan salat lima waktu, dan mendampingi mereka dalam keseharian.

Tidak berhenti di situ, forum juga menekankan bahwa semua langkah akan sia-sia jika hanya dijalankan sepihak. Pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan lembaga pendidikan harus bergerak bersama secara nyata di lapangan. Sinergi inilah yang diharapkan menjadi benteng moral sekaligus solusi jangka panjang bagi generasi muda Ciamis.

Dalam kesempatan yang sama, Kang Icep menyinggung bahwa nilai-nilai kearifan tidak hanya datang dari ajaran agama, tetapi juga dari filsafat dunia. Ia menyebut pesan Alexandre Dumas yang sejak abad ke-19 menekankan pentingnya pendekatan hati dalam meluruskan budaya menyimpang.

“Jika ingin menghancurkan kejahatan, rangkullah pelakunya, bukan justru menambah luka dengan kekerasan,” katanya sambil mengutip pepatah Perancis, Si vous voulez détruire le mal dans un pays, embrassez-les.

Kang Icep juga mengingatkan filosofi Belanda Om-armen, niet slaan yang berarti “rangkul, jangan dipukul”, serta filosofi beladiri Jepang yang mengajarkan bahwa strategi lebih efektif daripada kekerasan fisik.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Serahkan Dua Rumah Layak Huni di Panaragan

Pesan-pesan itu disampaikan untuk mengingatkan bahwa penyelesaian masalah tidak bisa ditempuh dengan pendekatan kekerasan. Pendidikan, strategi, dan keteladanan harus diutamakan. Pemerintah Kabupaten Ciamis pun menegaskan bahwa pencegahan kekerasan harus dipahami sebagai gerakan bersama, bukan sekadar penegakan hukum.

“Dengan kebersamaan, insyaAllah kita bisa melindungi generasi muda dari segala bentuk kekerasan dan membangun Ciamis yang lebih aman, religius, dan berkarakter,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hadirin, menandai kesepakatan bahwa masa depan generasi muda hanya bisa dijaga melalui sinergi yang nyata antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. (Eddy,Gani/infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *