Berita Ciamis

Warga Protes Lapang Rusak Akibat Proyek Bronjong

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengeluhkan rusaknya lapang sepak bola Padomasan akibat proyek pemasangan bronjong di aliran Sungai Cikaso.

Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kegiatan olahraga warga, tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar karena proyek dilaksanakan tanpa sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya.

Sodik, salah satu warga, mengatakan bahwa proyek tersebut tiba-tiba berjalan tanpa ada penjelasan dari pihak manapun. Ia mengaku kaget saat melihat banyak dump truck keluar masuk ke area lapang membawa bongkahan batu besar.

“Tiba-tiba saja banyak truk datang bawa batu, tanpa pemberitahuan, tanpa papan proyek. Lapangan rusak, tanahnya hancur, rumputnya juga habis,” ujar Sodik kepada wartawan, Sabtu (31/05/2025).

Menurutnya, lapangan tersebut selama ini digunakan secara rutin oleh masyarakat, termasuk anak-anak yang tergabung dalam sekolah sepak bola (SSB) setempat. Dengan kondisi lapangan yang kini rusak berat, semua aktivitas terpaksa dihentikan.

“Kalau hujan, lapangan berubah jadi kubangan lumpur. Anak-anak sekarang tidak bisa latihan lagi,” tambahnya.

Sodik menyampaikan bahwa ia sempat berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Namun, perangkat desa pun mengaku tidak mengetahui asal-usul proyek itu.

“Kami kira proyek milik desa, tapi setelah kami tanya, perangkat desa juga tidak tahu. Artinya ini proyek dari dinas di atas, tapi tidak transparan,” katanya.

Warga lainnya, Maskun, mengungkapkan bahwa bukan hanya lapangan yang rusak. Ia menyebut dua gorong-gorong juga ikut terdampak, salah satunya berada di pintu masuk lapangan. Ia menilai, kontraktor hanya memperbaiki salah satu gorong-gorong karena sebelumnya sempat diprotes warga.

“Yang satu memang sempat diperbaiki, tapi yang di depan lapangan masih rusak sampai sekarang,” ujarnya.

Maskun menegaskan, proyek yang dilakukan tanpa koordinasi seperti ini justru merugikan masyarakat. Ia meminta agar pihak terkait, baik dari dinas maupun perusahaan pelaksana, turun langsung melihat kondisi dan segera melakukan perbaikan.

Sementara Kepala Desa Purwasari, Dede Kuswanto, membenarkan bahwa memang ada kerusakan pada fasilitas umum akibat proyek tersebut. Ia juga mengaku belum mendapat informasi resmi terkait pelaksana proyek maupun instansi yang bertanggung jawab.

“Benar, lapang dan gorong-gorong rusak. Kami sedang mencoba menghubungi pihak perusahaan agar bisa duduk bersama menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

BACA JUGA: PPDB 2025/2026 SMAIT Al-Wildan Ciamis Resmi Dibuka

Dede menambahkan, pihaknya berharap ada itikad baik dari pelaksana proyek untuk bertanggung jawab, karena dampaknya cukup besar bagi warga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak pelaksana proyek. Beberapa upaya konfirmasi melalui telepon juga belum membuahkan hasil.

Warga berharap, kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Mereka meminta pemerintah agar setiap proyek yang menyentuh ruang publik dilakukan secara transparan, disosialisasikan lebih dulu, dan tidak mengorbankan fasilitas yang selama ini digunakan masyarakat. (Revan, Rizky/infopriangan.com).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *