Berita Garut

20 Rumah di Cisompet Terancam Pergerakan Tanah

infopriangan.com, BERITA GARUT.  Warga Kampung Batunagog, Dusun Ciawi, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali resah.

Pasalnya, tanah di sekitar tempat tinggal mereka kembali mengalami pergerakkan. Retak-retak dan sedikit berlubang. Akibatnya, banyak rumah warga yang terancam.

Sebetulnya, keretakkan tanah tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Dan telah diketahui oleh pihak BPBD Kabupaten Garut.

Namun saat itu, belum sampai pada tingkat yang membahayakan. Akan tetapi, selama beberapa hari ini wilayah Cisompet terus-menerus diguyur hujan.

Akibatnya, pergeseran tanah pun semakin mengkhawatirkan. Warga tidak bisa istirahat tenang. Apalagi saat malam hari turun hujan. Padahal, siang hari mereka telah bekerja keras untuk menghidupi keluarga.

Pergerakkan tanah mengakibatkan adanya retak-retak pada bagian tembok rumah warga. Pintu rumah sulit dibuka-tutup. Bahkan terdapat kaca rumah yang mendadak pecah. Seperti yang terjadi pada rumah milik bapa Daloh Subroto, warga setempat.

Kepala Desa Sindangsari, Otang mengatakan, rumah warga setempat yang terancam pergerakan tanah tersebut mencapai 20 unit. Dan hampir seluruhnya terdiri dari rumah tembok (permanen) yang berpotensi mengalami keretakan.

Namun begitu, sampai berita ini diturunkan, Otang mengaku belum melaporkannya ke pihak-pihak terkait. Sebab pihaknya akan mendata secara cermat tentang kejadian tersebut.

BACA JUGA: Atlet Muay Thai Ciamis Masuk Babak Final

“Karena itu,  kami berharap agar warga tetap tenang dan waspada. Beri kami kesempatan untuk mengurusi masalah tersebut,” tutur Otang. Kamis, (17/11/2022) kepada infopriangan.com.

Sebetulnya, warga setempat bukan tidak mau pindah ke tempat lain yang lebih aman. Namun karena keterbatasan, mereka terpaksa bertahan di tempat tersebut. Padahal, mereka telah mengetahui bahwa kampungnya telah terancam. (Liklik Sumpena/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *