Berita Garut

Garut Krisis Dokter Spesialis, Layanan Kesehatan Terbatas

infopriangan.com, BERITA GARUT. Kabupaten Garut yang berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa tengah menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan. Jumlah dokter spesialis yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal. Kondisi ini diungkapkan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang menegaskan perlunya langkah serius dan terukur untuk mengatasinya.

Bupati Syakur menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Kerja sama tersebut dipandang penting untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus memperbaiki rasio tenaga medis di Garut.

IMG-20260217-WA0014

“Jadi aspek-aspek sumber daya dokternya, kualifikasi masih terbatas, belum sarana prasarana yang lain, ini perlu sesuatu perencanaan komprehensif, sistematis, dan bertahap. Sehingga, ke depan kondisi kesehatan di Kabupaten Garut akan semakin baik,” ujarnya pada Rabu, 24 September 2025.

Wakil Rektor UNPAD, Prof. Rizky Abdullah, turut menegaskan bahwa jumlah dokter spesialis di Garut baru mencapai 229 orang. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar, rasio ketersediaan dokter spesialis hanya 0,08 per seribu penduduk. Padahal, standar ideal yang ditetapkan adalah 0,28. “Artinya, Garut masih kekurangan banyak tenaga dokter spesialis. Karena itu kami menyiapkan beberapa opsi untuk membantu menutupi kebutuhan tersebut,” kata Rizky.

Adapun opsi yang ditawarkan UNPAD di antaranya adalah penempatan lulusan beasiswa UNPAD ke Garut, pemberian beasiswa bagi dokter asal Garut agar bisa melanjutkan pendidikan spesialis, serta pengembangan RSUD sebagai wahana pendidikan. Selain itu, UNPAD juga membuka peluang kerja sama pengelolaan rumah sakit agar dapat ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit UNPAD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menambahkan bahwa saat ini Garut memiliki sembilan rumah sakit dan 67 puskesmas. Namun, hanya 15 puskesmas yang memenuhi standar lama dengan sembilan jenis tenaga kesehatan, atau sekitar 22,39 persen dari total yang ada. Ia menegaskan, dengan adanya aturan baru yang mensyaratkan 13 jenis tenaga kesehatan, belum ada satu pun puskesmas di Garut yang sesuai ketentuan.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami, karena kebutuhan tenaga kesehatan semakin meningkat,” ungkap Leli.

BACA JUGA: Reses DPRD NasDem Ciamis, Serap Aspirasi Warga Imbanagara

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Garut berharap kerja sama Pemkab dengan UNPAD dapat segera terealisasi. Mereka berharap langkah ini tidak hanya menambah jumlah tenaga medis, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.

Upaya yang tengah ditempuh ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Garut agar kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dokter spesialis bisa diperkecil. Dengan begitu, pelayanan kesehatan di kabupaten tersebut dapat berlangsung lebih baik, merata, dan berkesinambungan. (Liklik Sumpena, infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan