Berita Garut

Ismail Satriyanto : Jadikan Mesjid Sebagai Pusat Kesejahteraan Umat

infopriangan.com, BERITA GARUT.
Selama ini keberadaan mesjid masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Mulai dari pengadaan tanah, pembangunan, dan pemeliharaan mesjid semuanya bergantung  pada masyarakat.

Pengelolaan mesjid harus sesuai dengan manajemen yang baik. Agar Mesjid bisa menjadi pusatnya kegiatan-kegiatan yang bisa menopang kesejahteraan masyarakat.

Demikian kata Drs. Ismail Satriyanto M.Si yang tercatat sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Umat kepada IP. Selasa, 12/12/2023 di Garut.

Untuk mencapai kesejahteraan umat berbasis Mesjid kata Ismail, maka di Mesjid harus:
Pertama, pusat belajar. Karena itu di Mesjid harus ada kegiatan pendidikan seperti Paket A (setara SD), Paket B ( setara SMP),  Paket C (setara SMP) dan Kuliah online. Hal ini penting kata Ismail, apalagi saat ini rata-rata sekolah rakyat Indonesia secara nasional hanya 7, 2 tahun.

“Jadi, masih banyak rakyat yang belum memiliki ijasah SMP dan bahkan yang buta huruf,” tutur Ismail yang terdaftar di nomor urut empat Caleg DPRD Jabar Dapil 14 Garut dari Partai Umat tersebut.

Kedua kata Ismail, Masjid juga harus menjadi pusat kegiatan ekonomi umat. Karena itu sepantasnya di Mesjid ada Koperasi yang sistem pengelolaanya berbasis digital. Karena itu Mesjid harus lengkapi dengan perangkat internet seperti WiFi, perlengkapan Video untuk merekam berbagai kegiatan di sekitar Mesjid, dan menyebarkannya melalui medsos.

“Karena itu saya terpanggil dan mempunyai cita-cita untuk mengusulkan adanya regulasi yang mengatur agar pemerintah ikut andil memelihara Mesjid terutama melalui APBD Provinsi,” papar Ismail.

BACA JUGA: Akhir 2023 Kabupaten Ciamis Sabet Dua Penghargaan Dari BI

Bukan itu saja, kepedulian Ismail terhadap umat. Dua puluh tahun silam pensiunan pengawas SMP tersebut telah berhasil membina puluhan pemuda melalui sebuah yayasan yang didirikannya. Mereka dibina untuk mandiri, diarahkan untuk menjadi wiraswastawan, dan disekolahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi.

“Bahkan mereka ada yang sudah bergelar doktor,” pungkas Ismail. (Liklik Sumpena/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *